RADAR SURABAYA - Mantan striker Timnas Indonesia, Muhammad Zein Alhadad, meminta Jay Idzes dan rekan-rekannya untuk melupakan kekalahan dari Australia dan fokus menghadapi Bahrain pada Selasa (25/3).
Pertandingan ini menjadi tantangan besar bagi Skuad Garuda setelah kekalahan telak 1-5 dari Australia.
Mamak, sapaan akrab Muhammad Zein Alhadad, menilai Bahrain kini lebih siap dan solid dibandingkan pertemuan pertama beberapa waktu lalu.
"Bahrain hanya kalah 0-2 dari Jepang. Saya melihat mereka sekarang lebih solid dan tidak mudah kebobolan. Ini menjadi modal bagus mereka saat melawan Indonesia," ujar Mamak.
Selain itu, Bahrain memiliki kepercayaan diri tinggi setelah menjadi juara Piala Teluk. Situasi ini membuat mereka semakin optimistis menghadapi Timnas Indonesia yang baru saja mengalami kekalahan besar.
Waktu persiapan yang sempit bagi pelatih Patrick Kluivert untuk membangun dasar permainan Timnas juga menjadi keuntungan bagi Bahrain.
Mamak menambahkan, "Apalagi jika Indonesia bermain terbuka seperti saat melawan Australia. Jika Patrick Kluivert tidak menyiapkan strategi dan taktik yang tepat, hal itu bisa menjadi bumerang."
Menurutnya, Timnas harus memiliki antisipasi jika memilih bermain terbuka. "Jika mau main terbuka, harus ada pemain yang bisa menguasai area dan melakukan cover. Jangan sampai lawan cepat masuk ke dua center back kita," jelasnya.
Lebih lanjut, Mamak berharap Kluivert siap dengan konsekuensi permainan terbuka seperti yang dilancarkan saat lawan Australia.
"Semua game plan tentu ada risikonya. Ketika menerapkan garis pertahanan tinggi dan bermain terbuka, itu sudah ditentukan oleh pelatih dan staf, serta melihat kesiapan pemain," ujarnya.
Mamak juga mengkritik kedisiplinan Timnas Indonesia selama menghadapi Australia. "Timnas tidak cukup disiplin dalam struktur tim. Ini terlihat bagaimana lini belakang tidak menerapkan tight defense, sehingga set pieces Australia bisa mencetak gol," katanya.
Pertandingan melawan Australia menandai debut Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong.
Namun, dengan persiapan yang singkat, kekalahan besar tersebut bisa dimaklumi.
Menghadapi Bahrain, Mamak yakin Patrick Kluivert sudah belajar banyak dari kekalahan saat lawan Australia.
"Saya yakin Coach Patrick Kluivert dan stafnya sudah punya rencana untuk lawan Bahrain belajar dari lawan Australia.
Namun sekali lagi pemain belakang harus benar-benar menerapkan tight defense, tidak boleh lagi membiarkan pemain lawan bebas di kotak penalti," kata Mamak.
Dukungan suporter di kandang sendiri menjadi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Mamak sendiri memiliki pengalaman bermain melawan Bahrain, yaitu di Piala Asia 1988.
Saat itu, Timnas yang ditangani pelatih Berce Matulapelwa bermain imbang 0-0 di Stadion Gelora Bung Karno.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan