RADAR SURABAYA- Klub Spanyol Real Valladolid menuduh Manchester City mengganggu bek muda Juma Bah, dan memberikan saran terkait langkah-langkah yang akan memfasilitasi kepindahannya ke Etihad.
Tuduhan ini datang setelah pemain berusia 18 tahun itu tidak hadir dalam latihan, yang diyakini sebagai perintah dari Manchester City.
Dalam pernyataan resmi yang keras pada hari Rabu, Valladolid mengungkapkan bahwa Bah dan perwakilannya memberi tahu klub tentang niat mereka untuk memutus kontrak, sebuah keputusan yang diambil sehari setelahnya.
Klub kini telah memulai proses tindakan disipliner terhadap pemain muda tersebut, yang baru saja dipermanenkan pada awal Januari dan telah tampil 12 kali untuk Valladolid di La Liga musim ini.
Valladolid menyatakan, "Abdulai Juma Bah dan agennya memberi tahu kami kemarin sore tentang niat mereka untuk memutus kontrak secara sepihak."
Mereka juga menambahkan bahwa pada hari yang sama, Manchester City mengirimkan permintaan untuk membuka negosiasi mengenai kemungkinan transfer permanen Bah ke Etihad.
Tak lama kemudian, pemain Sierra Leone itu memutuskan untuk tidak hadir dalam latihan pagi.
"Sebagai akibat dari tindakan ini, klub menganggap pemain bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap komitmen kontraknya dan telah meminta departemen hukumnya untuk mengambil langkah disipliner lebih lanjut," bunyi pernyataan tersebut.
Juma Bah, yang menerima panggilan pertama untuk tim nasional Sierra Leone pada Mei lalu meskipun belum membuat debut internasional, telah menjadi pusat perhatian.
Dengan tinggi 6 kaki 5 inci (195,6 cm) ia akan menjadi pemain tertinggi di Manchester City, melampaui Erling Haaland, jika pindah ke Etihad.
Jika transfer ini terwujud, Bah akan menjadi tambahan ketiga di lini pertahanan City setelah Abdukodir Khusanov dari RC Lens dan Vitor Reis dari Palmeiras.
Pernyataan Valladolid lebih lanjut mengungkapkan kekhawatiran bahwa Manchester City, yang merupakan bagian dari City Football Group, terlibat langsung dalam keputusan Bah untuk memutuskan kontrak dengan klub Spanyol.
Hal ini memperburuk situasi setelah Valladolid baru-baru ini menolak tawaran finansial lebih tinggi.
Klub juga mencatat bahwa Bah menolak untuk menandatangani lisensi pemain dengan tim Blanquivioleta karena hal tersebut akan menaikkan klausul pemutusan kontraknya.
"Klub telah memperingatkan ketiga pihak terkait situasi ini dan kemungkinan konsekuensinya," tambah Valladolid dalam pernyataan mereka.
Juma Bah bergabung dengan Valladolid pada musim panas lalu dengan status pinjaman dari AIK Freetown, dengan kontrak pinjaman yang berakhir pada 30 Juni musim ini.
Valladolid mengaktifkan opsi pembelian pada 1 Januari untuk memperpanjang kontraknya dan memastikan hak federasi pemain tersebut.
Namun, menurut Valladolid, niat pemain yang diduga dipandu oleh Manchester City dan agennya telah menyebabkan kekecewaan besar di klub.
Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol telah mengonfirmasi bahwa Bah telah melakukan pembayaran untuk memutuskan kontraknya secara sepihak.
Real Valladolid pun menyatakan bahwa mereka berhak menggunakan jalur hukum untuk membela hak dan kepentingannya.
Laporan di Spanyol menyebutkan bahwa Manchester City akan dikenakan biaya sekitar £5 juta (Rp 100,2 miliar) jika mereka ingin mengakhiri kontrak Bah dengan Valladolid.
Selain itu, Valladolid meyakini bahwa Bah menolak menandatangani kontrak senior atas saran dari City, yang dapat menaikkan klausul pelepasan dari £10 juta (Rp 200,5 miliar) menjadi £25 juta (Rp 1 triliun).(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan