RADAR SURABAYA - Pakar sepak bola dan analis Manchester City, Steven McInerney, dari Esteemed Kompany, mengungkapkan kekhawatirannya tentang ketidakmampuan klub dan manajer Pep Guardiola untuk beradaptasi dengan tuntutan jadwal sepak bola modern.
Hal ini terjadi di tengah penurunan performa Manchester City, yang saat ini mengalami hasil terburuk dalam 18 tahun terakhir, dengan kalah dalam sembilan dari 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Manchester City, yang kini berada di posisi ketujuh Liga Premier, terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen, Liverpool.
McInerney yakin tidak ada solusi cepat untuk mengangkat tim dari keterpurukan saat ini.
"Saya tidak akan pernah mengeluh tentang Pep. Pep adalah legenda. Tetapi, saya mulai merasa bahwa Guardiola terlalu sering mengaitkan kondisi buruk dengan cedera pemain," kata McInerney kepada Sports Mole.
"Pemain terlihat lelah dan kehabisan tenaga, dan Guardiola seolah menerima kenyataan bahwa tim akan terus berjuang hingga pemain kembali fit.
Ini menciptakan siklus negatif, dan para pemain bisa mulai merasakannya."
McInerney menambahkan bahwa skuad yang semakin menua dan kelelahan menjadi masalah besar. Lini tengah City saat ini tidak seimbang.
Pemain seperti Kovacic, Gundogan, dan De Bruyne sudah memasuki usia 30-an. Liga Premier kini semakin mengandalkan fisik, dan City tidak memiliki tenaga yang dibutuhkan," ujarnya.
Bandingkan dengan Liverpool yang memiliki Ryan Gravenberch (22], Dominik Szoboszlai (24), dan Alexis Mac Allister (25), mereka masih muda dan usianya pertengahan 20 tahunan.
Apakah Guardiola Harus Diberi Waktu?
McInerney percaya bahwa meskipun Guardiola menghadapi tekanan besar, ia harus diberi waktu untuk memperbaiki situasi ini.
Namun, ia juga menyoroti pentingnya perbaikan di lini tengah, yang telah menjadi masalah bagi tim selama beberapa tahun terakhir.
"Lini tengah adalah kunci. Jika Guardiola ingin timnya kembali ke jalur kemenangan, perbaikan harus dimulai dari sana," jelas McInerney.
Masalah Skuad Kecil dan Kelelahan Pemain
Salah satu kritik terbesar McInerney terhadap Guardiola adalah ketidakmampuannya menyesuaikan skuad kecil dengan tuntutan jadwal yang padat.
"Saya tidak masalah dengan skuad kecil, tetapi para pemain harus berada dalam kondisi prima. Jika Anda mengandalkan pemain senior yang sudah kelelahan seperti Gundogan atau Bernardo, itu akan berisiko," katanya.
McInerney menyarankan agar Guardiola mempertimbangkan untuk memberi kesempatan pada pemain muda dari akademi.
"Terkadang, pemain muda seperti yang berusia 19 tahun bisa memberikan energi dan semangat yang mungkin hilang pada pemain yang lebih tua," tambahnya.
Solusi untuk Mengatasi Masalah Guardiola di Manchester City
Bagi McInerney, solusi untuk memperbaiki situasi Manchester City adalah dengan memperkuat lini tengah dan memberi Guardiola pemain yang lebih muda dan bugar.
"Pep membutuhkan alat yang tepat untuk mencapai tujuannya. Jika dia diberi waktu dan sumber daya, saya yakin dia bisa kembali membawa City ke jalur kemenangan," ungkapnya.
Steven McInerney menegaskan bahwa meskipun ada banyak tantangan, Guardiola tetap menjadi manajer yang sangat berharga bagi Manchester City.
Namun, untuk kembali ke kejayaan, perubahan besar dalam skuad dan strategi diperlukan, terutama dalam menghadapi tuntutan jadwal sepak bola modern. Pemain mudah adalah keharusan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan