Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liga-Liga Eropa Tegaskan Tidak Ada Konsultasi Mengenai Liga Super Eropa Baru

Rahmat Adhy Kurniawan • Jumat, 20 Desember 2024 | 10:44 WIB
CEO A22 Bernd Reichart.
CEO A22 Bernd Reichart.

RADAR SURABAYA - The European Leagues menyatakan pada Kamis bahwa mereka tidak diajak berkonsultasi oleh A22, promotor Liga Super Eropa yang kembali mengusulkan peluncuran kembali konsep yang memisahkan diri sebagai Liga Penyatuan.

Liga Super Eropa (ESL) yang asli, didukung oleh 12 klub terbesar di benua tersebut, diluncurkan secara kontroversial pada 2021.

Namun, dukungan runtuh setelah mendapat reaksi keras dari UEFA, FIFA dan juga para suporter.

Berbeda dengan rencana awal yang menjamin 12 klub mendapat tempat di ESL, perusahaan pengembangan olahraga A22 mengusulkan format

baru dengan 96 klub dalam empat liga, berbasis prestasi dan lebih kompetitif dibandingkan kompetisi klub UEFA saat ini.

A22 juga menjanjikan layanan streaming gratis bagi para penggemar melalui platform yang didukung iklan, serta kembali ke format kandang dan tandang yang ditinggalkan dalam fase grup Liga Champions yang telah dirombak.

"Liga Eropa mencatat pengumuman minggu ini dari A22 dan menolak segala anggapan bahwa telah terjadi konsultasi dengan organisasi kami," kata pernyataan tersebut.

Liga Eropa terdiri dari 39 liga dan asosiasi profesional dari 33 negara yang mencakup lebih dari 1.130 klub.

Organisasi tersebut menegaskan komitmennya pada struktur saat ini di mana klub-klub lolos ke kompetisi klub UEFA berdasarkan performa domestik tahunan.

"Model kompetisi A22, yang tidak diminta dan tidak berdasar, akan meningkatkan jumlah pertandingan internasional dalam kalender yang sudah padat," tambah pernyataan itu.

"Para pendukung dan pemangku kepentingan di seluruh dunia sepak bola secara konsisten telah menjelaskan bahwa setiap upaya dari kompetisi klub internasional yang ada atau yang baru untuk memperluas kalender mereka dengan mengorbankan kompetisi domestik akan ditolak."

Liga-Liga Eropa dan FIFPro Eropa telah meminta Komisi Eropa untuk memastikan bahwa tidak ada keputusan yang dapat dibuat tentang Kalender Pertandingan Internasional tanpa persetujuan resmi dari liga domestik dan serikat pemain.

Komisi tersebut menambahkan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait untuk "menjaga keseimbangan yang saling melengkapi dan berkelanjutan antara sepak bola domestik dan internasional.".(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#liga super eropa #Bernd Reichart #FIFPro #Uefa #A22 #European League