RADAR SURABAYA - Manchester United masih kesulitan menemukan performa terbaiknya meskipun telah menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru.
Mantan pelatih sukses Sporting Lisbon itu menghadapi tantangan besar dalam mengembalikan kejayaan Setan Merah di kompetisi Premier League.
Sejak kedatangannya, Amorim terus berupaya menemukan susunan pemain terbaik yang sesuai dengan formasi andalannya, 3-4-3.
Dalam lima pertandingan awal di bawah asuhannya, hasil yang diraih Manchester United masih beragam, mencerminkan bahwa proses adaptasi taktik belum berjalan mulus.
Kemenangan atas Bodo/Glimt dan Everton sempat membangkitkan optimisme para penggemar. Namun, kekalahan dari Arsenal dan Nottingham Forest mengungkapkan bahwa perjalanan menuju konsistensi masih panjang.
Saat ini, Manchester United menempati posisi ke-13 di klasemen Premier League, terpaut delapan poin dari zona empat besar. Tekanan untuk segera memperbaiki performa semakin besar bagi pelatih asal Portugal tersebut.
Mantan pemain Timnas Inggris Chris Sutton yang sekarang menjadi komentator BT Sport menyarankan Rúben Amorim untuk memusatkan perhatian pada pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktisnya di Manchester United.
Sutton menilai formasi 3-4-3 menuntut pemain dengan stamina tinggi dan kemampuan bertahan yang tangguh, terutama saat menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Menurut Sutton, Bruno Fernandes tetap menjadi pemain vital di bawah kepemimpinan Amorim. Selain itu, Lisandro Martinez menunjukkan kemampuan bertahan yang solid,
sementara Kobbie Mainoo dianggap mampu memberikan energi ekstra yang dibutuhkan di lini tengah.
Namun, Sutton meragukan kontribusi jangka panjang Christian Eriksen dan Casemiro dalam formasi ini, mengingat tuntutan fisik yang tinggi.
Manchester United dilaporkan siap merombak skuad pada jendela transfer Januari.
Marcus Rashford disebut sebagai salah satu pemain yang berpotensi dilepas, sementara Casemiro dan Eriksen kemungkinan akan hengkang di akhir musim.
Kontrak tiga bek senior—Harry Maguire, Victor Lindelof, dan Jonny Evans—juga akan berakhir pada Juni mendatang, dengan peluang kecil untuk perpanjangan kontrak mereka.
Jim Ratcliffe, pemilik bersama klub, memiliki rencana besar untuk menyusun skuad yang lebih sesuai dengan visi taktis Amorim. Meski demikian, proses ini diperkirakan membutuhkan waktu dan kesabaran.
Amorim menyadari tantangan besar yang dihadapinya dan pentingnya bersikap sabar dalam proses pembangunan tim.
Setelah kekalahan dari Nottingham Forest, ia menegaskan komitmennya pada metodenya dan percaya bisa mengembalikan Manchester United ke jalur kemenangan.
Dalam waktu dekat, Manchester United akan menghadapi dua laga berat: pertandingan Liga Europa melawan Viktoria Plzen dan Derby Manchester melawan Manchester City.
Amorim berharap timnya mampu menunjukkan peningkatan performa di kedua laga tersebut meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan