RADAR SURABAYA- Legenda sepakbola Jerman dan mantan presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, melontarkan kritik tajam kepada FIFA dan UEFA terkait jadwal pertandingan yang semakin padat di era sepakbola modern.
Menurutnya, jadwal yang semakin tidak manusiawi ini dapat meningkatkan risiko cedera bagi para pemain.
Saat ini, jadwal pertandingan di liga domestik dan kompetisi piala memang relatif stabil dari tahun ke tahun.
Namun, para pemain yang berlaga di Liga Champions, Europa League, Europa Conference League, hingga kompetisi internasional seperti Piala Dunia Klub dan UEFA Nations League, menghadapi beban pertandingan yang jauh lebih berat.
Perubahan Format Kompetisi
UEFA telah mengumumkan perubahan format untuk Liga Champions, Europa League, dan Europa Conference League mulai musim 2024/25.
Di sisi lain, FIFA juga akan menerapkan format baru untuk Piala Dunia Klub pada 2025 mendatang, yang akan semakin menambah jadwal padat bagi pemain.
Hoeness menilai, jika jadwal terus dipaksakan seperti ini, maka masa depan sepakbola akan menghadapi tantangan besar.
"Olahraga kita tidak akan berjalan baik dalam waktu lama. Kinerja manusia ada batasnya. Jika keadaan terus seperti ini,
para pemain pada akhirnya tidak akan mampu mengatasinya lagi," ungkap Hoeness dalam wawancaranya dengan Bavarian Football Works.
Ia juga memperkirakan bahwa tekanan dari klub dan pemain akan semakin meningkat, bahkan kemungkinan beberapa pemain memilih untuk menolak panggilan tim nasional demi menghindari cedera.
"Saya memahami jika pemain mulai mengabaikan panggilan tim nasional karena mereka khawatir akan cedera," tambah pria berusia 72 tahun tersebut.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan