Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Marselino Ferdinan: Masa Depan Sepak Bola Indonesia yang Terus Bersinar

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 20 November 2024 | 13:46 WIB
Marselino Ferdinan harus terus diberi kepercayaan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Marselino Ferdinan harus terus diberi kepercayaan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

RADAR SURABAYA- Sejak debut di panggung sepak bola pada usia 17 tahun, Marselino Ferdinan telah digadang-gadang sebagai wajah baru sepak bola Indonesia.

Dalam waktu singkat, ia membuktikan bahwa ekspektasi tersebut bukan sekadar isapan jempol. Semua dilakukannya sebelumnusia 21 tahun.

Dalam tiga tahun terakhir, Marselino telah mencatat pencapaian luar biasa.

Ia membantu Indonesia merebut medali emas sepak bola putra pertama di SEA Games, dinobatkan sebagai Best Young Player di AFF Championship 2022, dan bahkan bermain di Eropa.

Semua ini diraih sebelum usia 21 tahun, menjadikannya salah satu talenta paling menjanjikan di Asia Tenggara.

Namun, perjalanan gemilangnya sempat tersendat. Meski Indonesia mencatat sejarah dengan lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA zona Asia, Marselino justru absen di sebagian besar pertandingan.

Sebelum laga Selasa lalu, ia hanya menjadi starter sekali dalam lima pertandingan kualifikasi, kontras dengan statusnya sebagai pemain reguler dalam tim sejak debutnya.

Penyebabnya? Waktu bermain yang minim di level klub. Setelah bergabung dengan Deinze di Belgia, Marselino kesulitan mendapatkan menit bermain.

Kepindahannya ke Oxford United di Inggris juga belum membuahkan debutnya hingga saat ini.

Situasi ini membuat pelatih Shin Tae-Yong lebih berhati-hati dalam memilihnya.

Namun, Marselino memberikan pengingat mengapa ia adalah pilar penting Timnas Indonesia.

Dalam laga melawan Arab Saudi, Indonesia menghadapi tekanan besar.

Dengan posisi juru kunci Grup C, Garuda membutuhkan kemenangan untuk tetap bersaing.

Di tengah atmosfer panas Gelora Bung Karno, Marselino tampil sebagai pembeda.

Pada menit ke-31, ia mencetak gol pembuka yang memukau. Setelah menerima umpan dari Ragnar Oratmangoen, ia dengan tenang mengecoh lawan sebelum melepas tembakan ke sudut gawang, memecah kebuntuan dan menyulut semangat ribuan pendukung.

Gol keduanya pada menit ke-57 lahir dari serangan balik cepat. Marselino memulai pergerakan, menyambut umpan balik dari Calvin Verdonk, dan dengan cerdik mencetak gol kedua untuk memastikan kemenangan 2-0 yang bersejarah.

Selebrasinya juga ikonik, perayaan gol kedua Marselino juga menjadi sorotan.

Usai mencetak gol kedua pada menit ke-57, gelandang serang 20 tahun itu berlari ke arah ballboy dan memintanya untuk beranjak dari tempat duduk.

Marselino kemudian duduk santai di kursi ballboy tersebut. Perayaan gol disebut netizen di media sosial sebagai perayaan gol 'Duduk Vincent'.

Marselino sebenarnya tidak menyilangkan kaki saat duduk, tapi netizen tetap menganggapnya sebagai perayaan gol 'Duduk Vincent'.

Selebrasi ini seolah menandakan, semua kini harus memperhatikannya, terutama Shin Tae-yong.

Penampilan ini membuktikan bahwa Marselino terlalu berbakat untuk tidak menjadi pemain inti Timnas.

Lebih dari itu, ia juga perlu mendapatkan waktu bermain reguler di klub.

Kepindahan ke Oxford United harus menjadi batu loncatan, bukan penghalang, agar ia dapat terus berkembang dan mencapai potensi penuhnya.

Indonesia kini memiliki peluang besar di Kualifikasi Piala Dunia FIFA.

Dengan bintang seperti Marselino, impian Garuda untuk bersaing di panggung sepak bola dunia semakin terlihat nyata. Semoga!.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Marselino Ferdinan #duduk Vincent #Timnas Indonesia #Indonesia vs Arab Saudi #kualifikasi piala dunia 2026