RADAR SURABAYA- Gelandang tim nasional Jepang, Wataru Endo, yang saat ini bermain untuk Liverpool, menegaskan rasa hormatnya terhadap
Timnas Indonesia menjelang laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (15/11) pukul 19.00 WIB.
Endo, yang bergabung dengan Liverpool musim ini, menyatakan bahwa meskipun Jepang unggul jauh dalam peringkat FIFA – peringkat 15 dunia,
dibandingkan Indonesia yang berada di peringkat 130 – ia dan timnya tidak akan meremehkan Indonesia.
“Kami mendapat sambutan hangat sejak tiba di Indonesia pada Senin (11/11).
Indonesia sangat antusias dengan sepak bola, banyak pemain dan suporter yang menyambut kami,” ucap Endo dalam konferensi pers pra-pertandingan di SUGBK, Kamis (14/11).
Ia menambahkan, “Saya merasa suasana sangat hangat di sini. Meski kami akan bertanding sebagai lawan, saya akan tetap menunjukkan rasa hormat dan berusaha tampil maksimal.”
Setelah bermain imbang melawan Australia dalam laga terakhir di Saitama, Endo merasa bahwa laga melawan Indonesia juga tidak akan mudah.
Meski demikian, kapten Jepang ini mengungkapkan keyakinannya bahwa timnya siap menghadapi tekanan sekitar 60 ribu suporter Indonesia di SUGBK dan berharap membawa pulang kemenangan.
"Pertandingan besok akan sulit, tetapi sebagai Timnas Jepang, kami siap. Indonesia kini sangat kuat, namun kami tetap percaya diri dan akan berjuang dengan semangat," ungkap Endo.
Dalam kesempatan tersebut, Endo juga mengomentari pertandingan terakhir melawan Australia, di mana Jepang kebobolan gol bunuh diri oleh Shogo Taniguchi.
Menurut Endo, situasi tersebut menjadi pelajaran bahwa strategi pertahanan agresif yang diterapkan Jepang juga bisa menjadi titik lemah.
“Kami bertahan dengan taktik 1 lawan 1 dan agresif. Ini kelebihan, tapi juga bisa jadi kelemahan dalam pertahanan kami,” kata Endo yang mengenakan nomor punggung 3 di Liverpool.
“Jika saya berada di posisi Taniguchi, mungkin saya akan mengalami kebingungan serupa. Ini risiko yang perlu kami pertimbangkan dalam bermain,” pungkasnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan