Setelah penghormatan sebelum pertandingan yang mengharukan untuk mendiang Craig Shakespeare, asisten Claudio Ranieri saat membawa Leicester City juara Liga Primer Inggris musim kompetisi 2015-2016,
Tottenham Hotspur yang dipelopori oleh pemain baru mereka seharga 65 juta Pounds, Dominic Solanke - segera menegaskan dominasi mereka di King Power, di mana Vardy menjadi starter di lini depan tuan rumah meskipun sebelumnya dikabarkan absen karena cedera pada pertengahan minggu.
Pemain veteran Foxes itu memimpin timnya dengan kerja keras untuk menghambat Tottenham Hotspur.
Pedro Porro menyundul bola untuk membawa Spurs unggul di babak pertama dengan memanfaatkan umpan silang James Maddison.
Namun, tim tamu tidak dapat memanfaatkan banyak peluang yang mereka ciptakan dan Jamie Vardy membuat mereka membayarnya dengan memanfaatkan bola tanpa pengawalan di tiang jauh.
Sebuah sundulan telak Jamie Vardy memanfaatkan assist manis Abdul Fatawu berhasil mengoyak gawang Guglielmo Vicario.
Tottenham merespons dengan bermain lebih agresif namun semangat pasukan The Foxes berhasil meredam serangan demi serangan yang dilancarkan tim tamu.
Beruntung sundulan Richarlison di menit-menit akhir pertandingan melenceng dari sasaran. Padahal heading tersebut dilakukan di depan gawang lawan.
Skor imbang 1-1 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Kedua tim pun harus puas berbagi satu angka di laga pembuka musim.
Dan laga ini menjadi momen yang berkesan bagi Jamie Vardy yang tahun ini menginjak usia 37 tahun.
Jamie Vardy sendiri mengakui dirinya belum fit untuk laga ini namun dia akan berusaha memberikan yang terbaik untuk membantu tim.
"Sejujurnya, saya tetap bugar hingga mencapai sekitar 65 menit. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya melakukan sesuatu yang berbeda dalam hal bermain. Mungkin beradaptasi sedikit dengan mengurangi intensitas latihan, tetapi saya pikir yang terpenting adalah saya menjaga diri saya sendiri untuk pulih semaksimal mungkin," pungkas Vardy. (rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan