Di nomor senam lantai Carlos Yulo tidak gentar bersaing dengan Pesenam papan atas dunia seperti
Ray Zapata (Spanyol), Jake Jarman (Inggris), Illia Kovtun (Ukraina, dan Zhang Boheng (China).
Yulo tampil sebagai juara setelah mengumpulkan 15.000 poin. Jumlah poin tersebut mengalahkan juara bertahan Artem Dolgopyat (14.966) dari Israel di final senam lantai putra di Olimpiade Paris pada hari Sabtu.
Sementara peringkat ketiga ditempati Jake Jarman yang mengantongi 14.933 poin.
Yulo melakukan gerakan turun tiga putaran saat melakukan gerakan tumbling terakhir.
Ia menjulurkan tangannya dan berteriak di dalam Bercy Arena yang penuh sesak sebelum berjalan meninggalkan podium.
Sebelum menjadi juara Olimpiade 2024, Yulo sudah berpengalaman tampil sebagai kampiun di ajang besar seperti Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia.
Bahkan di level SEA Games, Yulo sudah menjadi langganan juara sejak 2019 hingga 2023.
Emas Yulo merupakan yang pertama bagi Asia Tenggara pada Olimpiade 2024. Tak cuma emas pertama, melainkan medali pertama yang diraih negara-negara dari kawasan ASEAN.
Berkat satu emas dari Yulo, Filipina kini bersama dengan enam negara lain menempati peringkat ke-31. Filipina, Argentina, Ekuador, Slovenia, Serbia, dan Uganda sama-sama meraih satu emas.
Sementara bagi Filipina, emas Yulo merupakan yang kedua dalam sejarah negara tersebut.
Filipina yang sudah mengikuti Olimpiade sejak 1924 baru bisa meraih emas pertama pada Olimpiade 2020 melalui lifter Hidilyn Diaz.
Keberhasilan Yulo sekaligus melanjutkan tradisi emas Filipina di Olimpiade.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan