Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Geger Atlet Transgender di Cabor Tinju Wanita Olimpiade Paris 2024, Khelif TKO Petinju Italia di Detik 46

Jay Wijayanto • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 00:58 WIB
SORRY SIS: Momen petinju Italia Angela Carini (biru) meringis kesakitan usai dihantam oleh Imane Khelif (merah) di cabor tinju kelas 66 kg Olimpiade Paris 2024 yang digelar di North Paris Arena.
SORRY SIS: Momen petinju Italia Angela Carini (biru) meringis kesakitan usai dihantam oleh Imane Khelif (merah) di cabor tinju kelas 66 kg Olimpiade Paris 2024 yang digelar di North Paris Arena.

RADAR SURABAYA–Atlet tinju wanita Aljazair, Imane Khelif, bikin geger ring tinju Olimpiade Paris 2024.

Di cabang olahraga tinju wanita Olimpiade Paris 2024, Kamis (1/8) lalu, pukulan Khelif membuat lawannya, petinju Italia Angela Carini, langsung angkat tangan dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan di detik ke 46.

Selain pukulan yang mematikan, kontroversi ini juga dipicu oleh dugaan transgender yang terjadi pada petinju berusia 25 tahun itu. Khelif dikenal sebagai petinju berparas cantik namun berbadan gempal bak laki-laki.

Usai menang mutlak atas Angela Carini di ronde pertama detik ke-46 itu, sosok Imane Khelif pun langsung viral dan memicu perdebatan hingga banyak mendapat sorotan media.

 

Imane Khelif berhasil mendapat kemenangan mutlak setelah menghantam Angela Carini tepat di bagian hidung hingga mengalami pendarahan.

Namun demikian, setelah tahu kekalahannya viral terkait sosok lawannya yang dianggap wanita transgender, Angela Carini pun membela diri.

“Saya naik ring untuk bertarung. Ini bukan soal saya menyerah. Namun, satu pukulannya terlalu menyakitkan sehingga saya berkata, ‘Cukup.’ Saya akan keluar dengan kepala tegak,” ucap Angela Carini yang dikutip dari The New York Times, Jumat (2/8).

Kejadian ini memicu kontroversi dari berbagai kalangan. Pasalnya, Imane Khelif diduga seorang petinju transgender. 

Imane Khelif lahir pada 2 Mei 1999. Namun ayahnya tidak memberikan izin kepada sang putri yang memiliki kromosom X dan Y ini untuk menjadi seorang petinju.

Meski demikian, tekad dan ambisi Khelif melampaui segalanya. Khelif muda harus bekerja keras menjual besi tua agar bisa membayar ongkos bus untuk belajar tinju ke desa tetangga.

Jarak dari desa Khelif di Tiaret, Aljazair utara, cukup jauh untuk menuju ke desa tetangga dimana ia berlatih tinju secara konsisten.

Nama Imane Khelif mulai melambung tinggi di dunia tinju internasional pada 2018. Ia meraup banyak kemenangan di cabang olahraga tinju wanita dan membawa bendera Aljazair berkibar di beberapa turnamen tinju wanita. Alhasil ia berhasil menembus ajang tertinggi Olimpiade Paris 2024.

Karir Imane Khelif sebagai seorang petinju internasional diawali pada Kejuaraan Tinju Wanita Dunia, AIBA 2018, di New Delhi India. Saat itu, ia menempati peringkat ke-17 dan tersingkir di babak pertama. Ia juga pernah melaju hingga final di Kejuaraan Dunia Tinju Internasional di Istanbul, Turki, dan meraih medali perak.

Namun, kerja keras dan ketekunan berlatih membuatnya menggapai juara di turnamen tinju di Afrika dan Mediterania. Ia pun akhirnya lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Di sinilah ia menunjukkan bakat dan kemampuan yang luar biasa dalam pertandingan meski harus tersingkir di babak perempat final oleh petinju Irlandia, Kellie Harrington.

Kini, Khelif berhasil menembus kembali Olimpiade Paris 2024 dan sukses melalui pertandingan awal dengan menang TKO atas petinju Italia, Angela Carini. 

 

Kontroversi Transgender Imane Khelif

Meski demikian, karir Imane Khelif tak semulus wajahnya yang terawat layaknya wanita. Ia pernah didiskualifikasi dari Kejuaraan Tinju Dunia Wanita IBA pada Maret 2023. 

Hal ini karena Khelif tidak lolos tes DNA yang dilakukan Asosiasi Tinju Internasional (IBA). Khelif terindikasi memiliki kadar testosteron (hormon laki-laki) yang berlebih.

“Khelif terbukti memiliki kromosom XY, yang memicu kemarahan di seluruh dunia olahraga dan sekitarnya. Kromosom XY menunjukkan bahwa seseorang adalah laki-laki. Namun, kondisi tertentu dapat memungkinkan seorang wanita memiliki kromosom XY. Masih belum dapat dipastikan kondisi apa yang mungkin dimiliki Khelif, jika memang ada,” ungkap Presiden IBA, Umar Kremlev, kepada The Sporting News.

Berbanding terbalik dengan penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024, Imane Khelif justru diizinkan berlaga di cabang olahraga tinju wanita. Hal ini karena IBA memiliki perselisihan pendapat dengan Panitia Olimpiade Internasional (IOC) mengenai hasil tes DNA Khelif.

IOC menyatakan bahwa Khelif adalah seorang perempuan berdasarkan dokumen resmi seperti paspor. IOC membela kelayakan Khelif di tengah kontroversi transgender dengan merilis pernyataan bahwa "Setiap orang berhak untuk berlatih olahraga tanpa diskriminasi."

IOC menegaskan kembali bahwa setiap petinju di Olimpiade memenuhi persyaratan kelayakan dan menjelaskan bahwa IOC tidak mengakui larangan IBA terhadap petinju Imane Khelif dari Aljazair dan Yu-Ting dari Taiwan yang juga diduga transgender.

"Kedua atlet tersebut adalah korban dari keputusan tiba-tiba dan sewenang-wenang oleh IBA," kata IOC, Kamis (1/8), dengan alasan bahwa Khelif dan Yu-Ting tiba-tiba didiskualifikasi tanpa proses hukum apa pun. (ema/mag/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#tinju wanita #Olimpiade Paris 2024 #imane khelif #angela carini