Penyerang timnas Spanyol Nico Williams mengatakan dia menjadi sasaran teriakan "monyet" saat dia melakukan tendangan sudut pada babak pertama di Stadion Wanda Metropolitano.
“Saya pergi untuk mengambil bola dan tendangan dan saya mendengar suara monyet,” kata Williams.
"Jumlah mereka tidak banyak. Ada orang-orang bodoh di mana-mana... Saya harap ini berubah sedikit demi sedikit." Kata Nico Williams dikutip dari ESPN.
Ketika Williams kemudian mencetak gol untuk Athletic, dia menanggapi hinaan tersebut dengan berlari melewati tribun suporter tuan rumah samb mengetuk lengannya mengacu pada warna kulitnya.
"Itu dilakukan dengan sedikit amarah. Tidak normal jika dihina karena warna kulitmu." Tambahnya.
Kakak laki-lakinya, Inaki Willliams, yang juga pernah mengalami penghinaan rasis dalam kariernya, memperluas kritiknya melampaui mereka yang menghina saudaranya, termasuk para suporter yang mencemooh dan mencemooh Nico setelah dia menanggapi insiden tersebut.
“Mereka mencemoohnya setiap kali dia menyentuh bola,” kata Iñaki Williams. "Saya tidak mengerti. Mereka seharusnya mengejek para pelaku rasisme, bukan korbannya."
Gelandang Atletico Madrid, Koke, mengutuk insiden tersebut, dan menawarkan "dukungan dan kekuatan" kepada Nico Williams.
“Dalam masyarakat kita tidak ada tempat bagi orang-orang yang menghina seperti itu,” ujarnya. “Atletico Madrid dan seluruh pendukung kami mendukung Nico dan menentang situasi ini, yang tidak boleh terjadi di stadion sepak bola atau di masyarakat.
“Dalam masyarakat kita tidak ada tempat bagi orang-orang yang menghina seperti itu,” ujarnya.
“Atletico Madrid dan seluruh pendukung kami mendukung Nico dan menentang situasi ini, yang tidak boleh terjadi di stadion sepak bola atau di masyarakat.
“Itu tidak bisa terjadi pada tahun dimana kita berada atau dalam masyarakat tempat kita berada.”
LaLiga Spanyol tidak mampu menghentikan serangan verbal rasis yang berulang-ulang terhadap para pemain, selama ini penyerang Real Madrid Vinícius Júnior secara konsisten menjadi sasaran.
Sidang pengadilan pertama terhadap seorang suporter yang dituduh melakukan pelecehan rasial di sepakbola profesional Spanyol sedang menunggu untuk dijadwalkan.
Suporter Espanyol itu diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Inaki Williams pada sebuah pertandingan tahun 2020.
Atletico, di peringkat keempat, membuka selisih enam poin dengan Athletic di peringkat kelima dengan lima pertandingan tersisa.
Empat tim teratas di La Liga akan berlaga di Liga Champions musim depan.
Pada laga dini hari tadi gelandang Rodrigo de Paul membawa Atletico unggul pada menit ke-15 ketika tendangan panjangnya membentur bek dan melewati kiper Unai Simón.
Nico Williams menyamakan kedudukan sebelum jeda ketika bintang Atletico Antoine Griezmann melakukan umpan buruk yang diambil oleh Iñaki Williams.
Sang penyerang memberikan umpan kepada Gorka Guruzeta untuk mengarahkan bola agar Nico mencetak gol.
Ángel Correa merestorasi keunggulan Atletico pada menit ke-52 setelah ia merebut kembali bola di lini tengah, lalu menyelinap ke depan, di mana ia mengontrol umpan panjang dari Koke sebelum mengalahkan Simón.
Tuan rumah menambah gol pada menit ke-80 ketika tembakan Samuel Lino membentur tiang dan memantul ke arah Simón, dan bola masuk ke gawangnya sendiri membuat skor menjadi 3-1.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan