De Zerbi mengaku telah cukup lama menjalani proses negosiasi perpanjangan kontrak. Akan tetapi, proses negosiasi tidak berlangsung lancar karena kedua kubu belum mencapai kesamaan visi.
“Saya ingin bicara dengan para petinggi klub. Saya memang masih terikat kontrak, tapi itu bukanlah permasalahan utama. Permasalahan utamanya saat ini adalah, mencari kesamaan visi untuk menyusun rencana jangka panjang dan membangun masa depan,” kata De Zerbi kepada Sky Sports.
“Saya pribadi masih belum menentukan masa depan karena masih terikat kontrak. Saya ingin terlebih dahulu bicara dengan pemilik klub untuk mengetahui rencana mereka. Setelah itu, baru lah kami bisa sama-sama membuat keputusan,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, De Zerbi mengatakan permasalahan perpanjangan kontrak sama sekali tidak menganggu hubungannya dengan para pemain serta suporter. De Zerbi mengatakan hubungannya tetap hangat dan tidak bisa dinodai dengan cara apa pun.
“Hubungan saya dengan para pemain dan suporter tidak tergantung pada keputusan yang nanti diambil. Kami telah menciptakan sejarah bersama dan hal itu tidak bisa dilupakan begitu saja,” tuntas De Zerbi.
Karena belum jelas tentang masa depannya ini, membuat beberapa klub besar seperti Barcelona, Liverpool dan Bayern Munich dikabarkan mulai mendekati De Zerbi.
Seperti diketahui, Barcelona, Liverpool, dan Bayern Munich akan ditinggalkan pelatih masing-masing pada akhir musim kompetisi 2023/2024 ini.
Karena itu dikabarkan Sky Sports, tiga klub besar ini sudah menjajaki kemungkinan mendatangkan De Zerbi. Meskipun secara prestasi sebenarnya De Zerbi diragukan untuk memegang tim besar seperti Barcelona, Liverpool, dan Bayern Munich.
De Zerbi memang masih terikat kontrak bersama Brighton hingga 2026. Menurut laporan The Times, terdapat release clause sebesar 15 juta euro (Rp 257,3 miliar) di dalam kontrak yang saat ini mengikat De Zerbi, nilai ini sebenarnya tidak terlalu membebani bagi Barcelona, Liverpool, dan Bayern munich.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan