Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Siapa Michael Edwards? Orang yang Diharapkan Gabung Liverpool Pasca Ditinggal Jurgen Klopp

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 14 Maret 2024 | 17:46 WIB
Michael Edwards, Jurgen Klopp dan Mike Gordon.
Michael Edwards, Jurgen Klopp dan Mike Gordon.

SURABAYA - Di balik kehebatan sebuah klub sepakbola, selain seorang manajer atau pelatih klub sebenarnya ada sosok lain yang berpengaruh.

Terutama dalam hal perekrutan dan juga apa visi dan misi klub tersebut ke depannya yang ada di sosok jajaran direksi.

Mereka yang berada di jajaran hirarki klub ini tidak kalah penting perannya, bahkan kelak dia juga bisa menjadi selebriti sepakbola. Inilah yang dialami Michael Edwards.

Bak seorang pemain bintang, penandatanganan kontrak Edwards ke Anfield begitu heboh tidak kalah dengan selebritis-selebritis Inggris.

Mantan direktur olahraga The Reds ini mendapat sambutan meriah setelah menyetujui kontrak baru dengan klub Merseyside dan akan mengambil peran baru di bawah pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG).

Tapi siapa sebenarnya Michael Edwards dan mengapa Liverpool begitu ingin mendapatkannya kembali? Sampai-sampai pemberitaannya tidak kalah ramainya seperti berita mau ke mana Kylian Mbappe musim panas nanti usai meninggalkan Paris Saint Germain.

Siapa Michael Edwards?
Tokoh sepakbola kelahiran Southampton ini memulai perjalanannya dalam dunia sepak bola dengan posisi analis pertandingan di Portsmouth pada tahun 2003.

Menghabiskan enam tahun bersama Pompey di bawah asuhan Harry Redknapp. Luar biasa, Edwards hanyalah seorang guru IT di Peterborough sebelum diangkat ke wilayah pesisir selatan, dan pria berusia 44 tahun ini menikmati kemajuan pesat di Southampton.

Edwards pindah ke Tottenham Hotspur untuk menjadi kepala analis di klub London Utara pada tahun 2009, dan bertahan di klub tersebut selama dua tahun sebelum Liverpool merekrutnya pada 2011.

Ia juga memulai karirnya sebagai analis di Anfield namun dengan cepat naik jabatan, menjadi kepala metodologi klub pada tahun 2013 dan kemudian menjadi direktur teknis pada tahun 2015.

Setelah lebih dari setahun menjabat peran terakhir, Liverpool mempromosikannya ke posisi direktur olahraga. Tempat Edwards semakin menunjukkan kemampuannya.

Dia menghabiskan kurang dari enam tahun sebagai direktur olahraga Liverpool, membantu mengawasi periode paling sukses klub dalam sejarah di bawah asuhan Jurgen Klopp.

Dia berperan penting dalam perekrutan tim The Reds yang menjuarai Liga Premier dan Liga Champions di bawah Jurgen Klopp.

Tetapi dia akhirnya meninggalkan perannya pada tahun 2022 untuk mencari tantangan yang lebih besar.

Selepas dari Anfield, Edwards kemudian terlibat dalam mendirikan perusahaan konsultan olahraga Ludonautics.

Saat pergi dari Liverpool sebenarnya banyak tawaran untuknya, Chelsea dan Manchester United menginginkannya bergabung.

Namun semua ditolak Edwards dan dia memilih terbang ke Boston serius menekuni bisnis konsultan olahraga bersama Ludonautics, sambil menunggu kesempatan sempurna untuk kembali ke sepakbola.

Bersama Ludonautics, Edwards banyak memberi konsultasi kepada klub baseball di Amerika Serikat.

Peluang itu kini telah muncul ketika ia ditemui John W Henry, bos Liverpool, dia berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemilik Liverpool, FSG.

Sekali lagi, mengundurkan diri dari Ludonautics dan mengambil peran yang jauh lebih besar untuk kedua kalinya bersama The Reds. Tidak lagi sebagai direktur olahraga, tapi lebih berkuasa lagi.

Peran apa yang akan dimiliki Michael Edwards di Liverpool?

Edwards akan menjadi CEO sepakbola baru untuk FSG, yang berarti menjalankan operasi sepakbola di Liverpool mengingat itulah satu-satunya klub yang saat ini dimiliki oleh perusahaan Amerika tersebut.

FSG adalah grup yang banyak menaungi klub baseball di Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada.

Edwards akan menunjuk Richard Hughes sebagai direktur olahraga klub, mantan pemain Portsmouth yang telah bekerja dengan Bournemouth sebagai direktur teknis selama hampir satu dekade.

Tugas pertama Edwards, bersama Hughes, adalah menunjuk penerus manajer Liverpool, Jurgen Klopp, sebuah keputusan yang sangat penting bagi arah klub ke depan.

Xabi Alonso adalah kandidat prioritas saat ini, dengan pelatih seperti Ruben Amorim, Julian Nagelsmann dan Roberto De Zerbi berada di urutan berikutnya dalam daftar tersebut.

Dan bisa jadi di kantong Edwards dan Hughes ada nama- nama lain di luar nama pelatih dinatas sebagai pengganti Jurgen Klopp.

Mendatangkan Mohammad Salah atas saran Michael Edwards, setelah Liverpool kesulitan mendatangkan Julian Brandt.
Mendatangkan Mohammad Salah atas saran Michael Edwards, setelah Liverpool kesulitan mendatangkan Julian Brandt.

Selain itu, Edwards mengungkapkan saat pengangkatannya bahwa dia sangat tertarik untuk mengembangkan Liverpool FC. Menambah portofolio FSG mirip dengan Manchester City dan Chelsea di mana mereka memilik klub-klub satelit di seluruh dunia.

Rekrutmen siapa yang diawasi Michael Edwards di Liverpool?

Ketika masih menjabat sebagai direktur olahraga di Liverpool, Edwards berperan penting dalam membantu klub memperoleh bakat baru dan dengan cepat dikenal sebagai seseorang yang memperhatikan bakat dan negosiator yang cerdas.

Pemimpin The Reds mampu mengidentifikasi nilai bagus dan kesepakatan yang menguntungkan dalam hal akuisisi dan penjualan pemain, membantu mengubah tim Klopp selama periode pertamanya bersama klub.

Edwards menjadi tokoh kedatangan Virgil van Dijk (Rp 1,49 triliun) ), Alisson (1,24 triliun), Ibrahima Konate (Rp 717,4 miliar), Mohamed Salah (Rp 677,5 miliar) dan Andy Robertson (Rp 159,4 miliar) semuanya dikontrak dengan bimbingannya, sementara dia juga memberikan pengaruh pada kesepakatan untuk Sadio Mane (Rp 677,5 miliar) dan Joel Matip (gratis) selama menjadi direktur teknis klub.

Virgil Van Dijk
Virgil Van Dijk

Dalam hal penjualan pemain, kepergian Philippe Coutinho senilai Rp 2,83 triliun ke Barcelona merupakan sebuah pencapaian luar biasa dan memungkinkan Liverpool untuk mengontrak Van Dijk dan Alisson.

Sementara ia juga berhasil mendapatkan bayaran yang signifikan untuk penjualan Mamadou Sakho (518 miliar), Rhian Brewster (Rp 488,6 miliar) dan Dominic Solanke (Rp 378,8 miliar).

Meskipun nanti Edwards fidak akan menjabat sebagai direktur olahraga klub setelah kembali, dia akan tetap berpengaruh dalam hal rekrutmen.

Apa kata Michael Edwards tentang kembalinya dia ke Liverpool?

Pendukung Liverpool senang melihat Edwards kembali ke klub dan pemimpin berpengalaman itu juga bersemangat untuk menghidupkan kembali hubungannya dengan The Reds.

“Sangat penting bagi saya bahwa jika saya kembali, saya harus memiliki semangat dan energi baru. Dalam praktiknya, ini berarti memiliki tantangan dan peluang baru,” kata Edwards dalam pernyataan yang dirilis FSG.

Penjualan Phillipe Countinho dianggap sebagai operasi tersukses yang dilakukan Liverpool.
Penjualan Phillipe Countinho dianggap sebagai operasi tersukses yang dilakukan Liverpool.

“Oleh karena itu, salah satu faktor terbesar dalam keputusan saya adalah komitmen untuk mengakuisisi dan mengawasi klub tambahan, mengembangkan area organisasi mereka. Saya percaya bahwa untuk tetap kompetitif, investasi dan perluasan portofolio sepakbola saat ini diperlukan.

“Bersama Liverpool, saya akan mengawasi penguatan operasi sepak bola yang diperlukan, dengan sejumlah posisi kepemimpinan penting yang memerlukan perhatian segera.

“Saya tahu dari pengalaman pribadi betapa luar biasa pekerjaan yang telah dilakukan Mike Gordon (salah satu pemilik FSG) dengan pengawasan sehari-hari atas nama sesama pemilik. Ke depannya saya menantikan untuk bekerja dengan Dewan Manajer FSG.

“Selain itu, dalam mengambil peran ini, saya sepenuhnya memahami bahwa hal ini disertai dengan harapan yang besar, dan oleh karena itu saya bermaksud untuk mengidentifikasi, merekrut, dan kemudian memberdayakan para pemimpin yang memenuhi dan mewujudkan nilai-nilai dan ambisi klub.”

Edwards telah dipercaya oleh FSG untuk mengawasi transisi yang menantang pasca ditinggalkan Jurgen Klopp musim panas ini, dengan masa depan Liverpool yang masih belum pasti.

Namun, dalam diri Michael Edwards, The Reds kini memiliki sepasang tangan yang aman dalam menjalankan segala sesuatunya di belakang layar. Sambil menunggu siapa sosok manajer pelatih yang menangani tim.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#michael edwards #Liverpol #FSG