Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gagal Manfaatkan Peluang Gol dan Kekalahaan Tim Bikin Pemain Sheffield Frustasi dan Bentrok

Jay Wijayanto • Selasa, 27 Februari 2024 | 07:32 WIB
Pablo Sarabia selebrasi usai cetak gol tunggal Wolves ke gawang Sheffield United.
Pablo Sarabia selebrasi usai cetak gol tunggal Wolves ke gawang Sheffield United.

SURABAYA-Ketika Gary O'Neil tiba di Wolverhampton Wanderers empat hari sebelum dimulainya laga Premier League setelah kepergian mendadak Julen Lopetegui, banyak yang mengharapkan Molineux menjadi panggung pertempuran baru untuk tim mereka.

Wolves -sebutan Wolverhampton Wanderers, bagaimanapun telah berhasil mengamankan kemenangan ke-11 musim ini berkat gol Pablo Sarabia melawan Sheffield United.

Degradasi menjadi ancaman nyata bagi tim Chris Wilder setelah kekalahanya yang ke-19 musim ini.

Mereka memiliki cukup peluang untuk mengamankan satu poin tetapi tidak dapat mengambilnya dan malah memperkeruh keadaan.

Ini setelah hasil VAR untuk kartu merah setelah rekan setim Jack Robinson dan Vinícius Souza bentrok, mengakibatkan mereka terlibat saling dorong.

Meskipun tidak ada tindakan yang diambil, hal ini memperlihatkan sisi frustasi pemain Sheffield United.

Manajer Sheffield United, Chris Wilder, mengatakan kepada Sky Sports,
"Saya ingin mereka bersikap hormat, tetapi Anda bisa membayangkan tanggapan saya terhadap hal seperti itu. Tanggapan saya adalah bahwa ini adalah permainan yang penuh gairah, mereka bersitegang, dan selama itu tidak melanggar batas - itu cukup dekat. Saya tidak ingin melihat itu setiap minggu, tetapi jika dibutuhkan sesuatu seperti itu untuk membuat orang semangat, saya pikir kami sudah semangat, jadi jangan terlalu dibesar-besarkan."

Wolves mungkin mengharapkan selisih kemenangan lebih besar melawan tim yang paling banyak kebobolan dan mencetak gol paling sedikit, tetapi Sheffield terlihat sangat mengejar pertandingan untuk mengamankan satu poin, yang memungkinkan tuan rumah tidak naik ke peringkat ke delapan.

Wolves adalah tim yang lebih baik di babak pertama, mendominasi posisi dan mengendalikan permainan. 

Tetapi Sheffield lebih efektif dalam serangan balik, menciptakan dua peluang satu lawan satu dari Rhian Brewster dan James McAtee yang gagal dikonversi menjadi gol. Hal ini membuat pemain Sheffield semakin frustasi.

Pedro Neto tampak paling mungkin untuk memberi peluang gol tetapi ketika peluang datang dari kiri oleh Rayan Aït-Nouri yang berlari ke kotak penalti dan memberi umpan silang ke kotak yang dibiarkan oleh para pemain Sheffield United, memungkinkan Sarabia yang tidak diawasi untuk menyundul bola.

Semuanya terlalu mudah, hal ini mungkin yang menyebabkan perkelahian antara Souza dan Robinson.

"Ini adalah gol yang fantastis," kata O'Neil.

"Anda tidak akan percaya berapa kali kami berlatih pada situasi-situasi itu dengan Rayan dan Pablo, terkadang tidak sesuai harapan. Timing Pablo dan posisinya pada saat umpan silang bukan hanya sekedar kebetulan semata, kami bekerja sangat keras untuk itu."

Kemenangan ini membuat Wolves hanya terpaut satu poin dari zona Eropa, hasil yang mengejutkan mengingat keraguan di awal musim.

"Pada tahap ini musim, Anda mungkin mengharapkan untuk berada di bawah tekanan yang berbeda dan pertandingan melawan Sheffield United bisa menjadi pertarungan enam poin," kata O'Neil.

"Kinerja babak kedua tidak membawa kami mendekati Eropa. Kami pasti harus meningkatkan diri. Para pemain telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, mereka mendapatkan penghargaan dan kredit besar dari saya. Jumlah pertandingan yang mereka menangkan, kekompakan yang mereka tunjukkan, dan kualitas yang mereka tunjukkan pada saat-saat tertentu. Kami tidak mengharapkan akan bersaing untuk Eropa tetapi jika orang lain ingin berbicara tentang itu, itu baik-baik saja."

Di sisi lain, Wolves tampak agak gelisah, mengingat mereka biasanya menunggu untuk melakukan serangan balik.

Tim Wilder terus memberikan tekanan konstan di kotak penalti Wolves setelah istirahat tetapi tanpa ketajaman. Tendangan Robinson secara teratur menyebabkan masalah karena gawang Sá seperti tergempur rudal.

"Kami lebih dari kompetitif di babak kedua," kata Wilder.

"Frustrasi dan kritik saya terhadap tim adalah momen-momen besar, momen terakhir, karena kami memiliki cukup permainan, kami memiliki cukup wilayah, kami mendapatkan kembali posisi di area yang baik. Kami harus menemukan kualitas yang ditemukan Wolves di babak pertama."

Tetapi hasil akhir mengatakan tim Gary O'Neil meraih kemenangan ketiga dalam empat pertandingan Liga Premier mereka, yang membuat mereka naik ke peringkat kedelapan dan menjaga impian untuk lolos ke Liga Eropa tetap hidup.

Sedangkan Sheffield United tetap berada di dasar klasemen, tertinggal delapan poin dari zona aman. (mg3/rei/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#liga inggris #Wolves #premier league #Sheffield United #julen lopetegui