Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hadapi Australia di 16 Besar Piala Asia 2023, Indonesia Punya Bekal Memori Ini di Stadion 10 Nopember Surabaya

Jay Wijayanto • Jumat, 26 Januari 2024 | 18:29 WIB
Timnas Indonesia berfoto bersama saat melawan Jepang pada pertandingan grup D Piala Asia 2023 di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1/2024).
Timnas Indonesia berfoto bersama saat melawan Jepang pada pertandingan grup D Piala Asia 2023 di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Rabu (24/1/2024).

JAKARTA - Timnas Indonesia akan menghadapi lawan berat di babak 16 besar Piala Asia 2023. Skuad Garuda akan menghadapi juara grup B, Australia.

Australia tampil perkasa sepanjang Piala Asia 2023. Tim besutan Graham Arnold ini tak terkalahkan sepanjang fase grup. Socceroos meraih dua kemenangan dan satu kali imbang dengan mencetak empat gol dan kebobolan satu gol saja.

Laga melawan Australia ini juga merupakan pertemuan pertama Indonesia dan Australia dalam kurun 14 tahun terakhir, setelah Merah Putih menyerah 0-1 dalam kualifikasi Piala Asia 2011 di Brisbane pada 3 Maret 2010.

Total sejak 1967, Indonesia sudah 18 kali menghadapi Australia, tapi baru satu kali menang. Sebaliknya tim Merah Putih sudah menelan 14 kekalahan dari negeri tetangga di selatan itu.

Satu-satunya kemenangan yang diraih Indonesia dari Australia terjadi pada 30 Agustus 1981 silam dalam laga kedua kualifikasi Piala Dunia 1982 Spanyol Zona Asia.

Saat itu, dalam laga yang digelar di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya, Rully Nere dkk mampu mengimbangi Oscar Crino dkk. Bahkan, striker timnas Indonesia, Herry Risdianto, mencetak gol semata wayang di menit ke-88 yang membuat Garuda menang 1-0 di laga tersebut.

Namun, kiprah Australia di Piala Asia baru dimulai pada 2007, atau setahun setelah mereka bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 2006.

Australia juga mengikuti putaran final Piala Asia 2011, 2015, dan 2019.

Dalam empat keikutsertaan itu, Australia selalu mencapai perempat final, bahkan dua kali masuk final pada 2011 dan 2015.

Pada edisi 2015 kala menjadi tuan rumah, Australia menjuarai Piala Asia untuk pertama kalinya.

Socceroos lolos ke 16 besar Piala Asia tahun ini setelah memuncaki Grup B usai mengalahkan India 2-0, menang 1-0 atas Suriah, dan ditahan seri 1-1 oleh Uzbekistan pada laga terakhir grup.

Mereka memasukkan 4 gol yang dua di antaranya diciptakan gelandang Jackson Irvine, dan kebobolan satu gol.

Data itu menunjukkan produktivitas gol Australia tak terlalu jauh dari Merah Putih yang sejauh ini sudah memasukkan tiga gol, namun kebobolan 6 gol.

Dengan ranking 25 dan nilai 1.539,22 poin, Australia adalah tim Asia berperingkat FIFA tertinggi keempat setelah Jepang, Iran dan Korea Selatan.

Tapi skuad mereka kalah gemerlap daripada Jepang yang bertaburan pemain-pemain bintang yang bermain di liga-liga utama Eropa, termasuk Liga Premier Inggris, Liga Spanyol dan Bundesliga.

Mayoritas anggota skuad Australia juga bermain di luar negeri, tapi kebanyakan bukan liga utama.

Kapten mereka, kiper Matthew Ryan yang bermain untuk AZ Alkmaar di liga Belanda, mungkin satu dari tiga pemain paling menonjol dalam skuad Australia.

Dua lainnya adalah gelandang Aiden O'Neill yang berkostum Standard Liege di Belgia, dan bek tengah Harry Souttar yang membela Leicester City di Inggris dan musim ini terdegradasi ke Liga Championship.

Laga melawan Jepang bisa menambah motivasi dan kepercayaan diri yang besar kepada Jordi Amat dkk bahwa mereka bisa melangkah lebih jauh lagi.

Australia yang rata-rata berpostur tinggi mungkin akan memanfaatkan betul kelebihan fisiknya, terutama di bola-bola atas.

Indonesia bisa mengimbanginya dengan permainan umpan satu dua yang mungkin masih akan mengandalkan serangan balik.

Menghadapi tim-tim yang di atas kertas lebih baik, mengandalkan teknik dan taktik saja memang tidak cukup.

Bermain lepas, menikmati laga dan kompak, menjadi faktor yang bisa membuat hasil pertandingan berpihak kepada Indonesia.

Yang pasti, tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Begitu juga dengan kemungkinan Indonesia mengakhiri paceklik kemenangan dari Australia.

Sehingga pendukung Merah Putih bisa melihat tim kesayangannya terus bermain lebih jauh di Piala Asia 2023 di Qatar ini. (jpc/ant/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#shin tae yong #gelora 10 nopember #Piala Asia 2023 #Timnas Indonesia #australia #jepang #Qatar