MUNICH - Kabar duka datang dari dunia sepakbola. Legenda besar olahraga ini, Franz Beckenbauer yang memiliki julukan Der Kaiser, meninggal dunia pada usia 78 tahun, Minggu (7/8) waktu setempat.
Pengumuman meninggalnya Der Kaiser disampaikan keluarga sang mendiang lewat rilis yang dikirim ke kantor berita Jerman, Deutsche Presse-Agentur.
"Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan bahwa suami saya dan ayah kami, Franz Beckenbauer, meninggal dunia dengan damai dalam tidurnya pada hari Minggu, dikelilingi oleh keluarganya.”
“Kami mohon agar kami bisa berduka dalam diam dan tidak diganggu oleh pertanyaan apa pun.”
Beckenbauer, lahir di Munich, mewarnai sepakbola Jerman sebagai pemain, pelatih, dan ofisial.
Keanggunan dan kualitas kepemimpinannya di lapangan bersama Bayern Munich dan negaranya membuatnya mendapat julukan "Der Kaiser", yang diterjemahkan sebagai "Kaisar".
Bahkan legenda asal Brasil, Pelé menyebutnya "salah satu permainan terbaik yang pernah saya lihat."
Ia memenangkan penghargaan Ballon d'Or tahun 1972 dan 1976 dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Abad Ini Jerman pada tahun 2000. Ia menerima Penghargaan Pemain Centennial dan Kepribadian Sepak Bola FIFA pada tahun 2004.
Beckenbauer yang termasuk memperkenalkan posisi Libero sebagai pemain terakhir di depan kiper dan di belakang pemain bertahan mendefinisikan peran Libero, sebagai pemain bebas di belakang garis pertahanan yang menentukan kecepatan permainan.
Bermain 103 caps untuk Jerman antara September 1965 dan Februari 1977, ia memimpin "generasi emas" Jerman ke Kejuaraan Eropa 1972 dan berjaya di kandang sendiri pada Piala Dunia 1974.
Beckenbauer adalah satu dari tiga orang yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih, bersama Mário Zagallo (Brasil) dan Didier Deschamps (Prancis).
Di level klub di Jerman, ia memenangkan tiga Piala Eropa, satu Piala Winners Eropa, lima gelar Bundesliga dan empat piala Jerman bersama Bayern Munich dan Hamburg.
Dalam sebuah pernyataan mendengar kabar berpulangnya Sang Kaisar, Bayern Munich menulis: “Dunia FC Bayern tidak lagi seperti dulu, tiba-tiba menjadi lebih gelap, lebih tenang, lebih miskin.
"Juara rekor Jerman berduka atas kehilangan Franz Beckenbauer, 'Kaiser' yang unik, yang tanpanya Bayern tidak akan pernah menjadi klub seperti sekarang ini."
Uli Hoeness, presiden kehormatan Bayern yang pernah bermain bersama Beckenbauer baik untuk klub maupun negaranya, menambahkan: "Franz Beckenbauer adalah kepribadian terhebat yang pernah dimiliki FC Bayern. Sebagai pemain, pelatih, presiden, pribadi: tak terlupakan. Tidak ada yang akan menandinginya."
Setelah bermain untuk Bayern, Beckenbauer pindah ke New York Cosmos pada tahun 1977 dan kepindahannya ke Amerika Serikat menandai akhir karir internasionalnya pada usia 32 tahun.
Dia memenangkan tiga trofi Liga Sepak Bola Amerika Utara bersama Pelé saat bermain di AS.
Beckenbauer kembali ke Jerman pada tahun 1980, memenangkan trofi terakhirnya sebagai pemain bersama Hamburg dan, setelah periode singkat lainnya bersama Cosmos, pensiun dari sepakbola profesional sehari setelah ulang tahunnya yang ke-38 pada tahun 1983.
Berhenti sebagai pemain, pada 1984, Beckenbauer mengambil alih jabatan pelatih kepala Der Panzer Jerman dengan prestasi mencapai dua final Piala Dunia dan memimpin kemenangan 1-0 atas Argentina di final Piala Dunia 1990 di Italia.
Sang Kaisar menorehkan tinta emas sebagai pemain kemudian pelatih yang meraih trofi Piala Dunia.
Rudi Völler, direktur tim nasional senior Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) yang saat Piala Dunia 1990 menjadi striker Der Panzer Jerman, mengatakan, "Saya menganggap mengenal dan memiliki pengalaman bersama Franz Beckenbauer adalah salah satu hak istimewa saya dalam hidup ini."
“Waktu kami bersama timnas dimahkotai dengan gelar Piala Dunia 1990 di Roma, sebuah gelar yang tidak akan mungkin terwujud tanpa performa kepelatihannya yang luar biasa.
"Dalam diri Franz Beckenbauer, sepakbola Jerman kehilangan kepribadian terhebatnya, saya kehilangan seorang teman baik," kata Voller.
Lothar Matthäus, kapten tim tahun 1990 mengatakan, "Berita ini mengejutkan sangat dalam, meskipun saya tahu Franz sedang tidak sehat. Kematiannya merupakan kehilangan bagi sepakbola dan Jerman secara keseluruhan. Dia adalah salah satu pemain terhebat di dunia, tidak hanya sebagai pemain dan pelatih, tetapi juga di luar lapangan."
Kanselir Jerman, Olaf Scholz, memberikan penghormatan kepada Beckenbauer di X, sebelumnya Twitter, menggambarkannya sebagai salah satu pesepakbola terhebat Jerman yang menginspirasi sepakbola Jerman selama beberapa generasi.
Beckenbauer memenangkan gelar liga Prancis sebagai pelatih Marseille pada tahun berikutnya dan menambahkan dua trofi lagi selama dua periode kembali di Bayern pada akhir dekade ini.
Beckenbauer menjabat sebagai presiden Bayern, meninggalkan jabatannya pada tahun 2009, dan sebagai pejabat membantu Jerman memenangkan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006, melintasi negara itu dengan helikopter untuk menyaksikan 46 dari 64 pertandingan yang dimainkan. (espn/rak)
Editor : Jay Wijayanto