RADAR SURABAYA - Di tengah gemerlapnya dunia aksesoris fashion modern masih ada perajin yang menghadirkan aksesoris tradisional sebagai oase budaya yang memikat.
Salah satunya perajin aksesoris asal Surabaya ini yakni Sri Rahayu yang menawarkan koleksi kalung dan bros etnik yang memikat dengan desain tradisional.
Selain itu, bahan yang digunakan juga ramah lingkungan, seperti batu alam, kulit kerang, batang sagu atau kayu hingga manik-manik lainnya.
Sri Rahayu mengungkapkan, motivasinya membuat aksesoris dari bahan alam ini adalah untuk melestarikan budaya Indonesia melalui aksesoris yang unik dan bermakna.
"Saya ingin memperkenalkan keindahan dan nilai-nilai tradisional Indonesia kepada masyarakat luas melalui karya-karya saya," kata Sri Rahayu, Rabu (20/11).
Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini merangkai bahan-bahan tersebut menjadi aksesoris cantik seperti bros, peniti hijab, anting, kalung, gelang, hingga tusuk konde.
Dia juga memanfaatkan batang sagu yang diolah menjadi lempengan aksesoris yang elegan.
Proses pembuatannya pun dilakukan dengan penuh ketelitian dan hati, sehingga menghasilkan karya seni yang indah dan bernilai.
"Hal ini juga memberikan nilai tambah tersendiri bagi produknya, karena menawarkan keunikan dan nilai estetika yang berbeda dari produk massal," terangnya.
Selain itu, produk-produk etnik dan tradisional baginya memiliki nilai tawar yang tinggi di mata konsumen.
"Mereka yang mencari sesuatu yang unik dan tidak pasaran, akan tertarik dengan desain yang khas dan bahan-bahan alami yang digunakan," ungkap owner Arara Art Ethnic Accessories & Handycraft ini.
Kreasi aksesoris yang dibuat pada kombinasi bahan kayu, batu alam, dan kerang dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 350 ribu dengan harga yang lebih tinggi untuk produk yang menggunakan bahan batu alam.
Aksesoris tersebut telah berhasil menjangkau pasar lokal dan internasional.
Misalnya tur wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Surabaya seringkali tertarik dengan kalung etnik dengan desain unik yang ditawarkan Sri Rahayu.
Tak hanya itu, dia juga kerap mengikuti pameran internasional seperti Inacraft dan Trade Expo Indonesia.
"Ini sekaligus untuk memperkenalkan produk ke pasar global. Karena terbukti kreativitas dan inovasi dapat dipadukan dengan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan dapat menawarkan nilai yang tinggi pada konsumen maupun peminatnya," jelasnya.
Tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga memberikan pelatihan kepada para perempuan di sekitarnya.
Yayuk ingin berbagi pengetahuan dan keterampilannya agar lebih banyak orang yang dapat ikut melestarikan budaya Indonesia melalui kerajinan tangan.
Dia telah membuktikan bahwa seni tradisional Indonesia memiliki daya pikat yang universal.
"Saya berharap terus berkembang dan menginspirasi banyak orang untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari