RADAR SURABAYA - Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin lekat dengan penggunaan ponsel, empat sahabat menghadirkan cara berbeda untuk menikmati waktu bersama.
Melalui Titik Kumpul, sebuah Mahjong Community Space di Surabaya, mereka ingin menghidupkan kembali budaya berkumpul, berbincang, dan membangun interaksi sosial secara langsung melalui permainan mahjong.
Titik Kumpul berawal dari kebiasaan Sherly Matandi, Lingling, Ervina, dan Lingling Maheli. Ketika anak-anak mereka mulai beranjak besar dan memiliki kesibukan sendiri, keempatnya mencari aktivitas baru yang positif sekaligus menyenangkan.
Dari kebiasaan tersebut, muncul gagasan untuk menghadirkan tempat bermain mahjong yang tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk memperluas pertemanan dan mempererat hubungan sosial.
Nama Titik Kumpul dipilih dengan harapan tempat tersebut benar-benar menjadi ruang bagi orang-orang untuk berkumpul. Bukan sekadar berada di lokasi yang sama, tetapi juga saling berinteraksi dan menikmati kebersamaan.
Pendiri Titik Kumpul, Sherly Matandi, mengatakan bahwa permainan mahjong memiliki daya tarik tersendiri karena melibatkan interaksi antarpemain. Dalam satu meja, empat orang bermain bersama sekaligus memiliki kesempatan untuk berbincang dan membangun koneksi.
"Mahjong merupakan permainan dari China yang dimainkan oleh empat orang. Menariknya, melalui permainan ini, kita bisa mendapatkan koneksi dan obrolan dengan pemain lain," ujar Sherly, Minggu (11/10).
Menurut dia, kebiasaan berkumpul saat ini terkadang tidak diiringi dengan interaksi yang cukup. Meskipun berada di satu tempat, setiap orang justru sibuk dengan gawai masing-masing.
Melalui Titik Kumpul, Sherly berharap kebiasaan tersebut bisa perlahan berubah. Permainan mahjong diharapkan menjadi salah satu cara untuk mendorong masyarakat lebih banyak berkomunikasi secara langsung, mengenal orang baru, dan membangun hubungan yang lebih dekat.
"Melalui tempat bermain mahjong ini, kita berharap bisa lebih bersosialisasi dan mendapatkan teman baru," imbuhnya.
Selain menawarkan ruang interaksi sosial, Titik Kumpul juga memperkenalkan mahjong sebagai permainan tradisional yang memiliki sejarah dan nilai tersendiri.
Seiring perkembangan zaman, permainan mahjong mengalami perubahan dari sisi peralatan. Jika dahulu kepingan mahjong harus dikocok dan disusun secara manual, kini tersedia meja dengan sistem otomatis yang menggunakan mesin.
Sistem tersebut membuat proses pengocokan dan penyusunan kepingan menjadi lebih cepat. Meski demikian, permainan mahjong manual masih memiliki penggemar tersendiri.
Sherly menjelaskan, perbedaan penggunaan meja manual dan otomatis lebih banyak terletak pada proses persiapan permainan. Keduanya tetap menjadi pilihan bagi para penggemar mahjong sesuai dengan kebiasaan masing-masing.
Di Titik Kumpul, tempat tersebut mampu menampung sekitar 60 hingga 70 pemain. Kapasitas itu diharapkan dapat mengakomodasi masyarakat yang ingin menikmati permainan mahjong sekaligus merasakan suasana kebersamaan. (sam/rek)
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya