Bioskop Jembatan Merah Jadi Favorit Masyarakat di Surabaya Utara

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 13:13 WIB
Kejayaan Jembatan Merah Plaza (JMP) tinggal kenangan. Dulu ada Bioskop Jembatan Merah yang sangat ramai. (IST)
Kejayaan Jembatan Merah Plaza (JMP) tinggal kenangan. Dulu ada Bioskop Jembatan Merah yang sangat ramai. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Jembatan Merah Plaza (JMP) pernah menjadi salah satu pusat keramaian di Surabaya Utara. Pusat perbelanjaan yang dibuka pada 1995 itu memiliki sekitar 1.064 kios. 

Pada masa jayanya, JMP selalu dipenuhi pengunjung dan menjadi salah satu ikon perdagangan di kawasan tersebut. Tidak hanya tempat berbelanja, JMP juga pernah memiliki daya tarik lain yang sulit dilupakan, yakni bioskop.

Baca Juga: Hotel 88 Kedungsari Surabaya Adakan Cooking Demo Mie Nyemek Pasar Kembang Jogja

Bioskop Jembatan Merah bahkan memiliki empat sinepleks yang pada masanya dikenal sebagai Jembatan Merah 1, Jembatan Merah 2, Jembatan Merah 3, dan Jembatan Merah 4. Keempatnya tergolong bioskop kelas A atau kelas paling tinggi di Surabaya saat itu.

 Kehadirannya membuat JMP menjadi salah satu tujuan utama warga yang ingin menonton film terbaru. "Kalau dulu bioskop di JMP itu ramai sekali setiap hari. Film-filmnya juga selalu baru sehingga menjadi favorit," kata Arifin, salah seorang staf JMP, pekan lalu.

Arifin yang saat itu masih sangat muda mengaku cukup sering menghabiskan waktu di bioskop JMP. Ia memiliki sejumlah film kesukaan yang ditontonnya di tempat tersebut. Bagi Arifin, bioskop JMP bukan sekadar tempat menonton film, tetapi juga bagian dari kenangan masa muda ketika kawasan tersebut masih dipenuhi aktivitas perdagangan dan hiburan.

Kehadiran bioskop JMP sebenarnya terbilang sebagai pendatang baru dalam sejarah perbioskopan Surabaya. Di sekitarnya sudah lebih dulu dikenal sejumlah bioskop dengan segmen penonton berbeda.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Girilaya Surabaya Ditangkap, Diduga Tak Terima Anak Kandung Ditegur Istri Siri

Tidak jauh dari JMP terdapat Bioskop Kalissosok yang dikenal melayani penonton kelas bawah dan berada di sekitar kawasan Penjara Kalisosok. Ada pula Bioskop Sampoerna yang memiliki sejarah panjang sejak zaman Hindia Belanda dan dikenal sebagai tempat hiburan bagi kalangan atas pada masanya.

Sementara itu, bioskop kelas atas lainnya seperti Surabaya Theatre, Tunjungan, Delta, Mitra, Empire, hingga Fortuna di kawasan THR juga pernah menjadi bagian penting dari kejayaan perfilman Kota Surabaya.

Namun, perubahan zaman akhirnya membuat kejayaan bioskop-bioskop tersebut perlahan berakhir. Ketika JMP mulai kehilangan geliatnya, jumlah pengunjung pun menurun. Sebagian kios tutup dan aktivitas perdagangan tidak lagi seramai masa lalu.

Bioskop Jembatan Merah akhirnya ikut gulung tikar bersama sejumlah bioskop lainnya. Menurut Arifin, tutupnya bioskop di kompleks JMP tidak dapat dilepaskan dari meredupnya pusat perbelanjaan yang dahulu menjadi salah satu pusat keramaian di Surabaya Utara. (*)

Editor : Lambertus Hurek
bioskop kalisosok bioskop sampoerna bioskop jembatan merah jembatan merah plaza jmp