RADAR SURABAYA - Akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya Indonesia tak hanya hadir dalam tradisi dan kuliner. Kekayaan budaya tersebut juga bisa menjadi sumber inspirasi dalam dunia fashion. Hal itu terlihat dalam karya desainer busana Agnes Olivia yang menghadirkan koleksi bertajuk Nayara.
Koleksi tersebut mengangkat perpaduan antara romantisme budaya Tionghoa dengan karakter perempuan Indonesia. Melalui busana yang ditampilkan, Agnes tidak sekadar menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan narasi mengenai pertemuan dan perpaduan budaya.
Baca Juga: Benahi dan Evaluasi Taman Kota di Surabaya, Fasilitas Diperbarui, Masyarakat Diminta Ikut Menjaga
Agnes Olivia mengatakan, Nayara terinspirasi dari akulturasi budaya Tionghoa yang berkembang di Indonesia. Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan karakter perempuan Indonesia yang dinilai memiliki sisi feminin sekaligus kuat.
“Busana ini terinspirasi dari akulturasi budaya Tionghoa, merupakan perpaduan romantisme budaya dan juga karakter wanita Indonesia,” ujar Agnes.
Menurutnya, sisi romantisme bukan satu-satunya hal yang ingin ditonjolkan melalui koleksi tersebut. Unsur budaya juga menjadi bagian penting dari keseluruhan desain Nayara.
Untuk memperkuat konsep romantisme pesisir, Agnes memilih menggunakan batik Pekalongan sebagai salah satu material utama. Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan. Pekalongan dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang pertemuan berbagai budaya, termasuk budaya Tionghoa.
Baca Juga: Rail Clinic dan Rail Library KAI Hadir, Stasiun Jadi Pusat Kesehatan dan Edukasi
“Yang kami angkat adalah romantisme pesisir. Di Pekalongan banyak sekali akulturasi budaya, dan salah satunya adalah etnis Tionghoa,” jelasnya.
Nuansa tersebut kemudian diterjemahkan Agnes melalui siluet busana serta aksen berbentuk scallop. Permainan material juga menjadi bagian dari karakter koleksi, dengan memadukan berbagai bahan seperti tulle dan brokat.
Perpaduan material tersebut memberikan kesan feminin dan romantis. Namun, di balik kelembutan tampilannya, desain Nayara juga ingin menunjukkan kekuatan perempuan dalam mengekspresikan karakter dirinya.
“Materialnya menggunakan mix layers. Kemudian ada bahan tulle dan brokat. Itu menunjukkan sisi romantisme dan kekuatan pada seorang wanita yang ingin menunjukkan karakternya,” katanya.
Baca Juga: Guru Besar Unair Ungkap Kunci Cegah Karhutla: Jangan Biarkan Gambut Kering
Dari sisi warna, Agnes memilih palet pink dan putih. Kombinasi tersebut semakin memperkuat kesan lembut dan romantis yang menjadi benang merah koleksi Nayara. (sam)
Editor : Lambertus Hurek