Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Jadi Tempat Belajar Tari Remo bagi Pelajar Indonesia dan Asing

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 13:12 WIB

 

Sri Mulyani memberikan pelatihan Tari Remo kepada pelajar Indonesia dan asing di Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Surabaya. (IST)
Sri Mulyani memberikan pelatihan Tari Remo kepada pelajar Indonesia dan asing di Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Surabaya. (IST)

  

RADAR SURABAYA – Sanggar Mulyo Joyo Enterprise di Surabaya mengembangkan kegiatan pembelajaran seni dan budaya yang melibatkan pelajar Indonesia maupun asing. Salah satu materi yang diajarkan adalah Tari Remo, kesenian tradisional Jawa Timur yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Sanggar tersebut dipimpin Sri Mulyani, dosen Program Studi Seni Tari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Selain latihan tari, kegiatan di sanggar mencakup pengenalan musik tradisional, kostum, tata rias, properti tari, hingga proses dasar penciptaan koreografi.

Menurut Sri Mulyani, pembelajaran seni tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan kemampuan menari. Peserta juga diperkenalkan dengan latar belakang dan unsur budaya yang terdapat dalam sebuah pertunjukan.

Baca Juga: Temukan Bungkus Makanan Berisi Sabu, Pria Asal Lamongan Ditangkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

“Kami ingin sanggar menjadi ruang budaya yang hidup. Orang datang bukan hanya untuk melihat budaya Indonesia, tetapi dapat belajar, mengalami, memahami, dan kemudian menceritakannya kembali kepada orang lain,” ujarnya.

Tari Remo menjadi salah satu materi yang banyak diberikan kepada peserta. Selain mempelajari gerakan dasar, peserta diperkenalkan dengan karakter tari, irama, pola lantai, penggunaan properti, serta kostum.

Kegiatan tersebut juga diikuti pelajar yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri. Salah satunya Evan Azka Adinata, siswa SMA Negeri 5 Surabaya, yang akan melanjutkan studi di Liceo Scientifico Statale Enrico Fermi, Italia, melalui program pertukaran pelajar Rotary.

Evan mempelajari Tari Remo sebagai salah satu bekal budaya yang akan dibawanya selama berada di Italia. Menurut dia, Tari Remo dapat menjadi cara untuk memperkenalkan Jawa Timur kepada masyarakat di negara tujuan.

“Saya suka belajar Tari Remo karena tari ini sangat unik dan menunjukkan khas Jawa Timur. Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan dan menurut saya Surabaya dapat direpresentasikan melalui tarian tersebut,” katanya.

Selain pelajar Indonesia, kegiatan di sanggar juga pernah diikuti Noah Pinho Noronha, pelajar asal Brasil yang menempuh pendidikan di SMA Al-Hikmah Surabaya.

Baca Juga: Berawal dari Scroll Instagram, Pengedar Ganja Asal Banyu Urip Surabaya Akhirnya Kulakan

Noah tertarik mempelajari Tari Remo karena gerakannya dinamis dan memberikan gambaran mengenai budaya Indonesia. Ia juga menilai latihan tari membantu meningkatkan koordinasi dan kekompakan.

The dance was fun, energetic, and showed Indonesian culture well,” ujar Noah.

 Sri Mulyani mengatakan, pelajar yang mengikuti program pertukaran ke luar negeri perlu memiliki pengetahuan mengenai budaya Indonesia. Menurut dia, kemampuan tersebut dapat membantu pelajar memperkenalkan identitas Indonesia ketika berinteraksi dengan keluarga angkat, sekolah, maupun komunitas di negara tujuan.

Selain Tari Remo, kegiatan pembelajaran di sanggar dapat mencakup pengenalan gamelan, kostum dan tata rias tari, eksplorasi gerak, improvisasi, penyusunan koreografi sederhana, serta cara menjelaskan sebuah kesenian kepada orang lain.

Bagi pelajar asing, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengalaman langsung mengenal seni Indonesia. Sementara bagi pelajar Indonesia yang mengikuti pertukaran pelajar, pembelajaran seni dapat menjadi bagian dari persiapan memperkenalkan budaya daerah di luar negeri. (*) 

Editor : Lambertus Hurek
pertukaran pelajar sri mulyani koreografer Mulyo Joyo Enterprise tari remo