Ini Alasan Orang Mata Minus Lebih Suka Pakai Softlens daripada Kacamata

M Firman Syah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Kacamata atau Softlens yang lebih nyaman dipakai. Foto: Ist.
Kacamata atau Softlens yang lebih nyaman dipakai. Foto: Ist.

RADAR SURABAYA – Kacamata selama ini menjadi alat bantu penglihatan yang paling umum digunakan oleh orang dengan mata minus atau miopia. Namun, sebagian orang memilih menggunakan softlens sebagai alternatif karena dinilai lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.

Softlens atau lensa kontak bekerja dengan cara ditempatkan langsung pada permukaan mata. Berbeda dengan kacamata yang berada beberapa sentimeter di depan mata, lensa kontak mengikuti pergerakan mata sehingga pengguna dapat memperoleh pengalaman melihat yang berbeda.

Salah satu alasan softlens lebih disukai adalah faktor penampilan. Lensa kontak tidak mengubah tampilan wajah seperti halnya bingkai kacamata. Bagi sebagian pengguna, kondisi tersebut dapat membuat mereka merasa lebih percaya diri ketika bekerja, beraktivitas, maupun menghadiri acara tertentu.

Pilihan warna dan jenis lensa yang tersedia juga membuat softlens tidak hanya digunakan sebagai alat bantu penglihatan. Sebagian orang menggunakannya untuk menyesuaikan penampilan, meski penggunaan lensa kontak tetap perlu memperhatikan keamanan dan kondisi kesehatan mata.

Selain alasan estetika, softlens juga memberikan kebebasan bergerak yang lebih besar. Berbeda dengan kacamata yang dapat bergeser atau terjatuh saat melakukan aktivitas fisik, lensa kontak tetap berada pada permukaan mata selama digunakan dengan benar.

Hal tersebut membuat softlens dianggap lebih praktis bagi orang yang sering berolahraga atau memiliki aktivitas yang cukup aktif. Pengguna juga tidak perlu khawatir dengan gagang kacamata yang terasa mengganggu saat bergerak.

Softlens juga dapat memberikan bidang pandang yang lebih luas karena tidak memiliki bingkai yang membatasi area penglihatan. Kondisi ini membuat sebagian pengguna merasa lebih leluasa ketika melihat ke berbagai arah tanpa terganggu oleh bagian tepi bingkai kacamata.

Bagi sebagian pengguna, hal tersebut menjadi pertimbangan tersendiri, terutama ketika membutuhkan pandangan yang lebih luas dalam aktivitas tertentu. Meski demikian, kenyamanan setiap orang dapat berbeda dan tidak semua pengguna akan merasakan manfaat yang sama.

Di sisi lain, penggunaan softlens bukan berarti selalu lebih aman atau lebih baik dibandingkan kacamata. Karena bersentuhan langsung dengan mata, lensa kontak memiliki risiko menimbulkan iritasi, mata kering, hingga infeksi apabila tidak digunakan dan dirawat dengan benar.

Kebersihan menjadi salah satu hal penting dalam penggunaan softlens. Tangan perlu dicuci sebelum memasang maupun melepas lensa. Lensa juga harus disimpan menggunakan cairan yang sesuai dan tidak digunakan melebihi masa pakainya.

Pengguna juga sebaiknya tidak sembarangan tidur atau beraktivitas menggunakan softlens jika jenis lensa yang digunakan tidak dirancang untuk kondisi tersebut. Menggunakan lensa yang tidak sesuai dengan kondisi mata juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada mata.

Karena itu, pilihan antara kacamata dan softlens sebenarnya bergantung pada kebutuhan, kenyamanan, gaya hidup, serta kondisi mata masing-masing orang. Softlens dapat menjadi pilihan praktis, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan mata.

Bagi yang memilih menggunakan softlens, pemeriksaan mata dan pemilihan lensa yang tepat tetap penting agar alat bantu penglihatan tersebut tidak justru menimbulkan masalah pada kesehatan mata. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
softlens lensa kontak kesehatan mata kacamata mata minus