Suka Aneh Mendengar Suara Sendiri di Rekaman? Kenali Faktanya!

M Firman Syah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:33 WIB

 

ini alasan kenapa suara sendiri terdengar berbeda saat direkam. Foto: Ist.
ini alasan kenapa suara sendiri terdengar berbeda saat direkam. Foto: Ist.

RADAR SURABAYA – Hampir setiap orang pernah mengalami hal yang sama: mendengar rekaman suara sendiri lalu merasa suara tersebut terdengar berbeda dari yang biasa didengar ketika berbicara. Suara dari voice note, video, atau rekaman lainnya terkadang terdengar lebih tinggi, tipis, atau bahkan seperti suara orang lain.

Perbedaan tersebut bukan berarti mikrofon merekam suara secara keliru. Justru, suara yang terdengar dalam rekaman umumnya lebih mendekati suara yang didengar orang lain ketika kita berbicara. Sementara suara yang kita dengar sendiri saat berbicara terdengar berbeda karena telinga menerima suara melalui lebih dari satu jalur.

Ketika seseorang berbicara, suara yang dihasilkan oleh pita suara akan merambat melalui udara dan masuk ke telinga melalui saluran telinga. Pada saat yang sama, getaran dari suara tersebut juga merambat melalui tulang-tulang di kepala dan tengkorak menuju telinga bagian dalam.

Proses tersebut dikenal sebagai konduksi udara dan konduksi tulang. Keduanya terjadi secara bersamaan ketika seseorang mendengar suaranya sendiri saat berbicara.

Konduksi tulang membuat sebagian getaran suara diteruskan secara langsung melalui jaringan tulang kepala menuju telinga bagian dalam. Jalur ini memberikan kontribusi terhadap karakter suara yang kita dengar dari dalam kepala, termasuk membuat suara terasa lebih berat dan dalam.

Sementara itu, mikrofon hanya menangkap gelombang suara yang merambat melalui udara di sekitar kita. Getaran yang merambat melalui tulang tengkorak tidak ikut direkam oleh mikrofon.

Itulah sebabnya suara yang terdengar dari rekaman bisa terasa berbeda. Ketika mendengarkan rekaman, telinga hanya menerima suara melalui jalur udara sehingga komponen suara yang biasanya berasal dari konduksi tulang tidak lagi ada.

Perbedaan tersebut kemudian membuat suara dari rekaman terdengar lebih tinggi atau lebih tipis dibandingkan suara yang selama ini kita dengar ketika berbicara.

Ada faktor lain yang membuat pengalaman tersebut terasa semakin aneh, yakni kebiasaan otak. Selama bertahun-tahun, seseorang terbiasa mendengar suaranya sendiri melalui kombinasi konduksi udara dan tulang.

Otak kemudian menjadikan karakter suara tersebut sebagai sesuatu yang familiar. Ketika mendengarkan rekaman yang hanya menyajikan suara melalui konduksi udara, karakter suara yang diterima menjadi berbeda dari pola yang selama ini dikenali otak.

Karena itu, tidak sedikit orang yang merasa suara dalam rekaman terdengar asing, meskipun sebenarnya itulah suara yang lebih mendekati persepsi orang lain terhadap suara kita.

Fenomena tersebut juga menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa kurang percaya diri ketika pertama kali mendengar rekaman suaranya sendiri. Perasaan seperti "kok suara saya begini?" atau "kok beda dengan suara yang saya dengar setiap hari?" merupakan respons yang wajar.

Seiring semakin sering mendengar rekaman suara sendiri, otak dapat beradaptasi dengan karakter suara tersebut. Rasa asing yang muncul pada awalnya pun biasanya berkurang karena otak mulai terbiasa dengan suara yang berasal dari rekaman. Jadi, jika merasa suara sendiri terdengar aneh ketika direkam, tidak perlu khawatir. Perbedaan tersebut merupakan hal yang normal dan terjadi karena cara tubuh menghantarkan suara berbeda dengan cara mikrofon merekam suara kita. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
suara sendiri voice note kesehatan telinga rekaman otak