Makan Terlalu Banyak Malah Bikin Ngantuk Kok Bisa

M Firman Syah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Makan terlalu banyak ternyata bisa membuat tubuh terasa lebih lelah dan mengantuk setelah selesai makan. Foto: Pinterest.
Makan terlalu banyak ternyata bisa membuat tubuh terasa lebih lelah dan mengantuk setelah selesai makan. Foto: Pinterest.
 
RADAR SURABAYA – Rasa kantuk setelah makan merupakan kondisi yang cukup sering dialami, terutama setelah menyantap makanan dalam jumlah banyak. Seseorang bisa tiba-tiba merasa lemas, kurang berenergi, dan ingin beristirahat meski sebelumnya masih merasa bugar.

Kondisi tersebut sering dianggap sebagai hal biasa. Namun, rasa kantuk setelah makan sebenarnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jumlah makanan, jenis makanan, respons tubuh terhadap proses pencernaan, hingga kondisi tubuh sebelum makan.

Salah satu faktor yang dapat berperan adalah porsi makanan. Ketika seseorang makan dalam jumlah besar, tubuh harus mencerna dan menyerap lebih banyak nutrisi. Proses tersebut membutuhkan kerja sistem pencernaan dan dapat membuat sebagian orang merasa lebih rileks atau mengantuk setelah makan.

Jenis makanan yang dikonsumsi juga turut memengaruhi kondisi tersebut. Makanan dengan kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat. Tubuh kemudian merespons dengan memproduksi insulin untuk membantu memasukkan glukosa ke dalam sel dan mengatur kadar gula darah.

Perubahan metabolisme tersebut pada sebagian orang dapat disertai rasa lelah atau mengantuk. Efeknya dapat semakin terasa apabila makanan dikonsumsi dalam porsi besar dalam waktu singkat.

Selain karbohidrat dan gula, komposisi makanan secara keseluruhan juga dapat memengaruhi rasa kantuk. Makanan yang mengandung protein tertentu dapat menyediakan asam amino yang digunakan tubuh dalam berbagai proses, termasuk pembentukan senyawa yang berkaitan dengan pengaturan suasana hati dan tidur.

Namun, rasa kantuk setelah makan tidak selalu berarti makanan menjadi satu-satunya penyebab. Kondisi tubuh sebelum makan juga memiliki peran penting. Seseorang yang sebelumnya kurang tidur atau mengalami kelelahan dapat merasakan kantuk lebih berat setelah makan.

Setelah makan, tubuh memasuki kondisi yang relatif lebih rileks. Akibatnya, rasa lelah yang sebelumnya tertahan akibat aktivitas atau tuntutan pekerjaan dapat terasa lebih kuat.

Waktu makan juga dapat berpengaruh. Rasa kantuk secara alami cenderung meningkat pada waktu tertentu dalam sehari, terutama pada siang hingga sore. Jika seseorang makan dalam porsi besar pada periode tersebut, rasa kantuk yang muncul bisa terasa semakin kuat.

Untuk mengurangi kemungkinan mengantuk setelah makan, mengatur porsi menjadi salah satu langkah yang dapat dicoba. Daripada makan dalam jumlah sangat banyak sekaligus, konsumsi makanan dalam porsi yang lebih sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga energi tetap stabil.

Komposisi menu juga sebaiknya diperhatikan. Pilih makanan dengan kandungan gizi yang lebih seimbang, termasuk sumber protein, sayuran, buah, serta karbohidrat dengan porsi yang sesuai.

Setelah makan, aktivitas fisik ringan juga dapat membantu tubuh tetap terasa lebih segar. Berjalan santai beberapa menit atau melakukan aktivitas ringan dapat menjadi pilihan dibandingkan langsung duduk terlalu lama atau berbaring setelah makan.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan kebutuhan tidur terpenuhi. Jika rasa kantuk setelah makan sangat sering terjadi, evaluasi pola tidur juga perlu dilakukan. Kurang tidur dapat membuat tubuh lebih mudah merasa lelah sepanjang hari, termasuk setelah makan.

Rasa kantuk sesekali setelah makan umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika rasa lelah dan kantuk muncul secara berlebihan, sangat sering, atau disertai keluhan lain, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Dengan mengatur porsi makan, memilih menu yang lebih seimbang, tetap aktif setelah makan, dan menjaga kualitas tidur, rasa kantuk setelah makan dapat lebih mudah dikendalikan. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
gaya hidup sehat kantuk nutrisi kesehatan pola makan