Mata Berkedut Sendiri Bisa Dipicu Kelelahan hingga Stres

M Firman Syah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:54 WIB
Mata yang tiba-tiba berkedut sendiri ternyata ada alasannya, yuk simak!. Foto: Ist.
Mata yang tiba-tiba berkedut sendiri ternyata ada alasannya, yuk simak!. Foto: Ist.

RADAR SURABAYA – Mata berkedut atau dalam istilah medis dikenal sebagai myokymia merupakan kondisi ketika kelopak mata bergerak atau bergetar tanpa disadari. Kedutan biasanya terjadi pada salah satu mata, terutama kelopak bagian bawah, dan dapat muncul secara tiba-tiba.

Gerakan tersebut umumnya berlangsung singkat dan dapat hilang dengan sendirinya. Meski terkadang membuat tidak nyaman, mata berkedut pada sebagian besar kasus bukan merupakan tanda penyakit serius. Kondisi ini lebih sering berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau kondisi tubuh tertentu.

Salah satu pemicu yang paling umum adalah kelelahan. Kurang tidur atau aktivitas yang terlalu padat dapat membuat tubuh mengalami kelelahan, termasuk pada otot-otot kecil di sekitar mata. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu kontraksi ringan pada kelopak mata.

Stres juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mata berkedut. Ketika mengalami tekanan atau stres, tubuh dapat memberikan berbagai respons fisik, salah satunya berupa ketegangan otot. Kedutan pada kelopak mata dapat muncul ketika seseorang sedang mengalami stres atau kecemasan.

Selain itu, konsumsi kafein secara berlebihan juga dapat memicu atau memperburuk kedutan. Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, minuman energi, maupun sejumlah jenis minuman lainnya dapat memberikan efek stimulasi pada sistem saraf. Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat membuat kedutan lebih mudah muncul.

Kebiasaan menatap layar komputer, ponsel, atau perangkat elektronik dalam waktu lama juga dapat berpengaruh. Saat berkonsentrasi menatap layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Akibatnya, permukaan mata dapat menjadi lebih kering dan mengalami kelelahan.

Mata kering dan iritasi juga dapat menjadi faktor pemicu. Kondisi ini dapat dialami oleh seseorang yang terlalu lama berada di ruangan berpendingin udara, terpapar angin atau udara kering, terlalu lama menatap layar, maupun menggunakan lensa kontak dalam waktu tertentu.

Untuk membantu mengurangi kedutan, langkah sederhana dapat dilakukan dengan memperbaiki waktu tidur dan memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat. Mengurangi konsumsi kafein juga dapat dicoba, terutama jika kedutan muncul setelah mengonsumsi kopi atau minuman berkafein dalam jumlah banyak.

Istirahat secara berkala saat menggunakan perangkat elektronik juga penting. Mata dapat dialihkan dari layar selama beberapa saat agar tidak terus-menerus bekerja dalam jarak dekat. Menjaga kelembapan mata juga dapat membantu jika kedutan berkaitan dengan kondisi mata yang kering.

Kompres hangat pada area sekitar kelopak mata juga dapat dicoba untuk membantu membuat otot di sekitar mata lebih rileks. Namun, kompres sebaiknya dilakukan dengan kain bersih dan air hangat, bukan air yang terlalu panas.

Meski umumnya tidak berbahaya, kedutan pada mata perlu diperhatikan apabila berlangsung terus-menerus atau semakin sering terjadi. Terlebih jika kondisi tersebut disertai gejala lain seperti mata merah, bengkak, nyeri, keluar cairan dari mata, kelopak mata menutup sepenuhnya tanpa bisa dikendalikan, atau gangguan penglihatan.

Kedutan yang melibatkan bagian wajah lain juga sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah kondisi tersebut hanya berkaitan dengan kelelahan atau terdapat penyebab lain yang membutuhkan penanganan.

Dengan mengenali berbagai pemicunya, mata berkedut dapat lebih mudah ditangani. Memastikan tubuh cukup istirahat, mengelola stres, membatasi kafein, dan memberikan jeda saat menatap layar menjadi beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam keseharian. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
mata mata berkedut kurang tidur myokymia stres