RADAR SURABAYA – Halaman rumah yang kerap menjadi tempat kucing buang kotoran tentu dapat mengganggu kenyamanan penghuni. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kotoran yang dibiarkan juga membuat pekarangan terlihat kurang bersih dan berpotensi menjadi sumber kontaminasi.
Mengatasi masalah tersebut tidak selalu membutuhkan perlengkapan khusus. Sejumlah bahan sederhana yang tersedia di rumah dapat dimanfaatkan untuk membuat area tertentu menjadi kurang menarik bagi kucing tanpa harus menyakiti hewan tersebut.
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah segera membersihkan bekas kotoran. Kucing memiliki kemampuan penciuman yang tajam dan dapat kembali ke lokasi yang memiliki aroma familiar. Karena itu, menghilangkan kotoran sekaligus membersihkan area secara menyeluruh dapat membantu mengurangi kemungkinan kucing menggunakan tempat yang sama.
Pemilik rumah juga dapat mencoba memanfaatkan aroma tertentu. Kulit jeruk, lemon, atau jeruk nipis, misalnya, memiliki aroma sitrus yang cenderung tidak disukai sebagian kucing. Kulit buah dapat dipotong kecil kemudian ditempatkan pada beberapa titik yang sering didatangi kucing.
Namun, efektivitas cara ini dapat berbeda pada setiap kucing. Kulit buah yang mulai membusuk juga perlu segera diganti agar tidak justru mengundang serangga atau menimbulkan masalah baru di halaman.
Selain aroma, pemilik rumah dapat membuat permukaan tanah menjadi kurang nyaman untuk digali. Menutup area terbuka menggunakan batu kerikil berukuran cukup besar, mulsa, atau material penutup tanah lainnya dapat mengurangi ketertarikan kucing menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat buang kotoran.
Bahan bekas seperti CD yang digantung terkadang juga digunakan untuk menghasilkan pantulan cahaya dan gerakan. Meski demikian, cara ini tidak selalu efektif karena sebagian kucing dapat beradaptasi setelah beberapa waktu.
Menanam tanaman beraroma kuat, seperti rosemary atau serai, juga dapat menjadi pilihan untuk mempercantik sekaligus menata halaman. Namun, pemilik rumah perlu memastikan tanaman yang digunakan aman bagi hewan peliharaan apabila berpotensi tergigit atau tertelan.
Cara lain yang cukup efektif adalah membatasi akses kucing secara fisik menggunakan pagar, jaring taman, atau penutup pada area tanah yang sering digali. Pendekatan ini dapat dikombinasikan dengan menjaga kebersihan pekarangan secara rutin.
Apa pun metode yang dipilih, sebaiknya hindari penggunaan bahan kimia berbahaya, racun, benda tajam, atau cara lain yang dapat melukai kucing. Dengan menjaga kebersihan dan membuat area tertentu kurang menarik, halaman rumah dapat tetap terawat tanpa membahayakan hewan. (rin/fir)