Sering Mengantuk Saat Terkena Sinar Matahari Ternyata Tubuh Sedang Mengalami Ini

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:56 WIB
Terkeja paparan panas dan cahaya matahar malah ngantuk? Ini faktanya!i. Foto: Pinterest.
Terkeja paparan panas dan cahaya matahar malah ngantuk? Ini faktanya!i. Foto: Pinterest.

RADAR SURABAYA – Pernah merasa tubuh tiba-tiba lemas dan mengantuk setelah cukup lama berada di bawah sinar matahari? Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas. Rasa kantuk tersebut dapat berkaitan dengan respons tubuh terhadap panas, kehilangan cairan, hingga perubahan kondisi fisik selama terpapar suhu tinggi.

Ketika berada di lingkungan panas, tubuh berusaha mempertahankan suhu internal agar tetap stabil. Salah satu mekanismenya adalah melebarkan pembuluh darah di dekat permukaan kulit dan meningkatkan produksi keringat untuk melepaskan panas.

Respons tersebut dapat membuat tubuh terasa lebih lelah, terlebih jika aktivitas di bawah matahari berlangsung cukup lama. Semakin tinggi suhu lingkungan dan aktivitas fisik yang dilakukan, semakin besar pula upaya tubuh untuk menjaga keseimbangan suhu.

Keringat yang keluar juga menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit. Apabila cairan yang hilang tidak segera diganti, seseorang dapat mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan rasa haus, lelah, sakit kepala, menurunnya konsentrasi, hingga mengantuk.

Cahaya matahari sendiri memiliki peran penting dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Paparan cahaya pada siang hari umumnya membantu tubuh mempertahankan kondisi terjaga. Karena itu, rasa kantuk setelah berada di bawah matahari lebih mungkin berkaitan dengan efek panas, aktivitas fisik, kurang tidur, atau kehilangan cairan dibandingkan cahaya matahari secara langsung.

Untuk mengurangi rasa lelah saat beraktivitas di luar ruangan, kebutuhan cairan perlu tetap terpenuhi. Menggunakan topi, payung, atau pelindung lain serta sesekali beristirahat di tempat teduh juga dapat membantu tubuh mengendalikan suhu.

Rasa kantuk setelah terkena panas umumnya dapat membaik setelah tubuh beristirahat dan mendapatkan cairan yang cukup. Namun, kondisi perlu diwaspadai apabila disertai pusing berat, mual, sakit kepala, kebingungan, jantung berdebar, tubuh sangat lemah, atau bahkan kehilangan kesadaran.

Gejala tersebut dapat mengarah pada gangguan akibat panas yang membutuhkan penanganan lebih serius. Jika keluhan terasa berat atau tidak kunjung membaik setelah beristirahat di tempat sejuk dan mencukupi kebutuhan cairan, segera cari pertolongan medis. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
heat exhausting dehidrasi mengantuk sinar matahari cuaca panas