Sering Perut Kembung? Pijat Lembut Bisa Membantu Meredakan Keluhan

M Firman Syah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:08 WIB
Ilustrasi pijat perut dengan gerakan lembut yang dapat membantu mengurangi rasa kembung dan memberikan efek relaksasi. Foto: Ist.
Ilustrasi pijat perut dengan gerakan lembut yang dapat membantu mengurangi rasa kembung dan memberikan efek relaksasi. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Perut kembung dan sembelit menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga menurunkan nafsu makan. Selain menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, dan rutin beraktivitas fisik, pijat perut dengan gerakan lembut juga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu meredakan keluhan tersebut.

Pijat perut dipercaya dapat membantu merangsang pergerakan alami usus atau peristaltik sehingga proses pencernaan menjadi lebih lancar. Gerakan pijatan yang dilakukan secara perlahan juga dapat membantu mengendurkan otot-otot di sekitar perut, sehingga sering dimanfaatkan sebagai terapi pendamping untuk mengatasi sembelit ringan.

Tak hanya membantu melancarkan buang air besar (BAB), pijatan lembut juga dapat mengurangi rasa kembung akibat penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Dengan gerakan yang tepat, gas dapat terdorong mengikuti jalur usus sehingga rasa penuh, begah, dan tidak nyaman pada perut berangsur berkurang.

Selain memberikan manfaat bagi sistem pencernaan, pijat perut juga memiliki efek relaksasi. Stres dan kecemasan diketahui dapat memengaruhi kerja saluran cerna melalui hubungan antara otak dan usus (gut-brain axis). Saat tubuh lebih rileks, ketegangan otot berkurang dan keluhan pencernaan pada sebagian orang juga dapat ikut mereda.

Pada perempuan, pijat perut juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman menjelang maupun saat menstruasi. Pijatan lembut di area perut dan panggul dipercaya dapat membantu meredakan ketegangan otot yang memicu kram, rasa penuh, atau nyeri ringan yang sering muncul saat premenstrual syndrome (PMS).

Meski demikian, pijat perut bukanlah pengobatan utama untuk semua gangguan pencernaan. Teknik ini hanya berfungsi sebagai terapi pendukung dan sebaiknya dilakukan dengan tekanan ringan agar tidak menimbulkan rasa nyeri atau cedera.

Cara melakukannya pun cukup sederhana. Pijatan dilakukan dengan gerakan melingkar searah jarum jam mengikuti jalur usus besar. Gerakan dapat dimulai dari bagian kanan bawah perut, kemudian diarahkan ke atas menuju bawah tulang rusuk, dilanjutkan ke sisi kiri perut, lalu turun kembali ke arah kiri bawah. Pijatan dilakukan secara perlahan selama beberapa menit sambil mengatur napas agar tubuh semakin rileks.

Namun, tidak semua orang dianjurkan melakukan pijat perut. Pijatan sebaiknya dihindari pada orang yang baru menjalani operasi di area perut, mengalami nyeri perut hebat yang belum diketahui penyebabnya, demam, perdarahan saluran cerna, atau memiliki kondisi medis tertentu. Ibu hamil juga disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan pijat pada area perut.

Apabila keluhan kembung, sembelit, atau nyeri perut berlangsung dalam waktu lama, sering kambuh, atau disertai gejala lain seperti muntah, penurunan berat badan, BAB berdarah, maupun demam, pemeriksaan ke dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
perut kembung pijat perut sembelit gangguan pencernaan kesehatan