Sering Mengulang Kata Saat Mengobrol Ini Penjelasan Psikologisnya

M Firman Syah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:42 WIB
Frustasi karena suka tiba-tiba mengulang kata? Ini alasannya! Foto: Pinterest.
Frustasi karena suka tiba-tiba mengulang kata? Ini alasannya! Foto: Pinterest.

Radar Surabaya – Pernah menjumpai seseorang yang kerap mengulang kata, frasa, atau topik tertentu saat berbincang? Kebiasaan ini cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Meski terkesan sepele, pengulangan kata dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya komunikasi, karakter kepribadian, hingga kondisi psikologis atau medis tertentu.

Dalam dunia psikologi, perilaku mengulang ucapan tidak selalu menunjukkan adanya gangguan. Pada banyak kasus, hal tersebut merupakan bagian dari cara seseorang menyampaikan pesan atau memproses informasi saat berkomunikasi.

Dari sisi kepribadian, individu yang memiliki kecenderungan cemas sering mengulang informasi untuk memastikan lawan bicara memahami maksud yang disampaikan. Pengulangan tersebut juga dapat muncul karena adanya kebutuhan akan kepastian atau validasi sehingga mereka merasa lebih yakin pesan yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sebaliknya, orang dengan kepribadian ekstrovert juga dapat melakukan pengulangan, tetapi dengan alasan yang berbeda. Mereka cenderung mengulang poin tertentu sebagai bentuk antusiasme dan penekanan terhadap topik yang sedang dibicarakan. Bagi mereka, berbicara menjadi bagian dari proses berpikir sehingga pengulangan terasa alami dalam percakapan.

Pada anak usia dua hingga lima tahun, kebiasaan mengulang kata atau kalimat juga merupakan bagian normal dari proses perkembangan bahasa. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan berkomunikasi, perilaku tersebut umumnya akan berkurang dengan sendirinya.

Di sisi lain, pengulangan kata juga dapat berkaitan dengan kondisi klinis tertentu. Salah satunya adalah ekolalia, yaitu kecenderungan mengulang kembali kata atau kalimat yang didengar. Kondisi ini cukup sering dijumpai pada individu dengan gangguan spektrum autisme sebagai bagian dari proses memahami dan mengolah informasi.

Selain faktor psikologis dan perkembangan, lingkungan juga berperan membentuk pola komunikasi seseorang. Kebiasaan meniru gaya berbicara dari keluarga, teman, maupun konten digital dapat terbawa hingga menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.

Meski demikian, apabila kebiasaan mengulang kata berlangsung terus-menerus hingga dewasa, disertai gangguan dalam berkomunikasi atau menghambat aktivitas sosial, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu, seperti gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan bicara, maupun penurunan fungsi kognitif pada lansia, termasuk demensia dan penyakit Alzheimer.

Secara umum, mengulang kata saat berbicara tidak selalu menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Namun, jika perilaku tersebut muncul secara berlebihan atau disertai gejala lain yang mengganggu kehidupan sehari-hari, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya secara lebih tepat. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
ekolalia autisme ocd kesehatan mental psikologi