Mengapa Orang Indonesia Gemar Makanan Pedas Ini Penjelasan Ilmiahnya

M Firman Syah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:43 WIB
inilah alasan kenapa masyarakat Indonesia suka makan-makanan pedas. Foto: Ist.
inilah alasan kenapa masyarakat Indonesia suka makan-makanan pedas. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Sambal dan cabai telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kuliner Indonesia. Bagi banyak orang, hidangan terasa kurang lengkap tanpa sensasi pedas. Ternyata, kegemaran masyarakat Indonesia terhadap makanan pedas bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga dipengaruhi faktor biologis, sejarah, dan budaya.

Dari sisi ilmiah, rasa pedas sebenarnya bukan termasuk rasa dasar seperti manis, asin, asam, atau pahit. Sensasi tersebut berasal dari kapsaisin, senyawa aktif dalam cabai yang merangsang reseptor rasa sakit di lidah. Rangsangan ini kemudian diteruskan ke otak sebagai sensasi panas atau terbakar.

Sebagai respons, tubuh melepaskan hormon endorfin dan dopamin. Kedua hormon tersebut berperan menciptakan rasa nyaman, senang, dan euforia sehingga banyak orang merasa ketagihan menikmati makanan pedas.

Selain itu, konsumsi cabai juga memicu proses termogenesis, yaitu mekanisme tubuh menghasilkan panas yang diikuti keluarnya keringat. Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, proses tersebut membantu tubuh mendinginkan suhu secara alami setelah makan.

Dari sisi sejarah, kegemaran masyarakat Indonesia terhadap cabai juga tidak lepas dari perjalanan panjang perdagangan dunia. Sebelum cabai diperkenalkan oleh pelaut Spanyol dan Portugis pada abad ke-16, masyarakat Nusantara telah mengenal berbagai rempah bercita rasa pedas, seperti lada, jahe, dan andaliman.

Setelah cabai masuk ke Nusantara, tanaman ini cepat berkembang karena sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Lambat laun, cabai tidak hanya menjadi bumbu masakan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner di berbagai daerah.

Setiap wilayah kemudian mengembangkan sambal dengan ciri khas masing-masing, seperti sambal terasi di daerah pesisir, sambal mangga di Jawa, hingga dabu-dabu dari Sulawesi dan Maluku. Ragam sambal tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang terus bertahan hingga kini.

Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap makanan pedas merupakan perpaduan antara respons biologis tubuh dan perjalanan sejarah yang panjang. Tak heran, sambal kini tidak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Indonesia. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
kuliner indonesia cabai sambal kesehatan makanan pedas