Gen Z Prioritaskan Self Reward sebagai Bentuk Apresiasi Diri di Tengah Tekanan Ekonomi

M Firman Syah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:18 WIB
In this economy, self reward penting bagi Gen Z. Kalian Gen Z juga ga? Foto: Pinterest.
In this economy, self reward penting bagi Gen Z. Kalian Gen Z juga ga? Foto: Pinterest.

Radar Surabaya – Di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan ekonomi, Generasi Z (Gen Z) mulai menunjukkan perubahan dalam pola konsumsi. Salah satu tren yang semakin populer adalah kebiasaan melakukan self-reward, yakni memberikan hadiah kepada diri sendiri setelah menerima gaji sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan.

Fenomena ini mencerminkan bergesernya makna kemewahan di kalangan generasi muda. Jika dahulu kemewahan identik dengan barang bermerek atau berharga tinggi, kini Gen Z lebih memilih membeli barang-barang sederhana yang mampu memberikan kepuasan emosional.

Berdasarkan laporan State of Retail & the Consumer dari National Retail Federation (NRF), Gen Z yang berusia 14 hingga 29 tahun semakin gemar membeli produk berukuran kecil yang memberikan rasa senang atau kenyamanan. Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah treat culture.

Produk yang dipilih pun beragam, mulai dari aksesori, koleksi mainan, barang dekoratif, hingga makanan dan minuman favorit. Nilainya relatif terjangkau, tetapi dianggap mampu menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah menjalani rutinitas pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

Para ahli menilai, tren self-reward bukan sekadar perilaku konsumtif. Bagi sebagian Gen Z, kebiasaan tersebut menjadi strategi untuk menjaga kesehatan mental setelah menghadapi tekanan pekerjaan, tenggat waktu, maupun tuntutan hidup yang semakin kompleks.

Pengalaman hidup selama pandemi Covid-19 juga disebut turut memengaruhi cara pandang generasi ini terhadap kehidupan dan keuangan. Banyak anak muda kini lebih menghargai kebahagiaan sederhana sebagai upaya menjaga keseimbangan hidup di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Meski kerap dicap boros, tidak sedikit Gen Z yang tetap menerapkan pengelolaan keuangan secara disiplin. Mereka menyisihkan anggaran khusus untuk self-reward setelah kebutuhan pokok, tabungan, maupun kewajiban finansial lainnya terpenuhi.

Dengan demikian, self-reward dalam porsi yang terencana dipandang bukan sebagai bentuk pemborosan, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kesehatan finansial dan kesehatan mental. Di tengah tantangan ekonomi, kebiasaan tersebut menjadi cara sederhana bagi Gen Z untuk mengapresiasi diri tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan. (nor/fir)

 
Editor : M Firman Syah
treat culture kesehatan mental Gen Z self reward konsumtif