Radar Surabaya – Susu sering menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian. Namun, anggapan bahwa setiap orang harus mengonsumsi susu dalam jumlah yang sama tidak sepenuhnya benar. Kebutuhan susu dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, serta pola makan masing-masing individu.
Ahli gizi Esti Nurwanti menjelaskan, susu merupakan sumber protein, kalsium, dan vitamin D yang baik untuk melengkapi asupan nutrisi. Meski demikian, susu bukan satu-satunya sumber zat gizi karena kebutuhan tersebut juga dapat dipenuhi melalui konsumsi makanan bergizi seimbang.
Menurut Esti, kebutuhan nutrisi setiap orang bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai pola makan sehari-hari. Ada kalanya asupan makanan sudah mencukupi kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Namun, pada kondisi tertentu, susu dapat menjadi pelengkap ketika asupan gizi belum terpenuhi secara optimal.
"Karena setiap hari pola makan kita berbeda, ada saat kebutuhan gizi sudah tercukupi dari makanan. Namun, ketika asupannya belum lengkap, susu bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu memenuhinya," ujarnya.
Selain praktis dikonsumsi, susu juga dinilai mampu mempertahankan kualitas kandungan gizinya karena tidak melalui proses pengolahan dengan suhu yang terlalu tinggi. Kondisi tersebut membantu menjaga protein dan sejumlah zat gizi penting sehingga dapat diserap tubuh secara optimal.
Meski memiliki banyak manfaat, Esti mengingatkan agar susu tidak dijadikan pengganti makanan utama. Kebutuhan gizi tetap harus dipenuhi melalui pola makan seimbang yang terdiri atas karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Khusus untuk anak-anak, orang tua juga dianjurkan menerapkan pedoman "Isi Piringku" agar kebutuhan nutrisi sesuai dengan usia dan tahap pertumbuhan.
Dengan demikian, cara tepat mengonsumsi susu bukan ditentukan oleh banyaknya jumlah yang diminum, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Jika dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang, susu dapat menjadi pelengkap yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara optimal. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah