RADAR SURABAYA – Banyak orang menganggap tinggi badan sepenuhnya ditentukan oleh faktor keturunan. Padahal, genetik bukan satu-satunya penentu. Berbagai faktor lain, mulai dari pola makan hingga kualitas tidur, turut memengaruhi pertumbuhan tinggi badan seseorang.
Memahami faktor-faktor tersebut penting, terutama bagi orang tua yang ingin mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dini. Berikut lima faktor utama yang dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan.
1. Kurangnya Asupan Nutrisi
Nutrisi menjadi fondasi utama pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Kekurangan protein, kalsium, vitamin D, maupun zinc dapat menghambat proses pertumbuhan. Tanpa asupan gizi yang seimbang, tubuh tidak memiliki cukup bahan untuk mencapai potensi tinggi badan secara optimal.
2. Penyakit Kronis
Sejumlah penyakit kronis, seperti gangguan pencernaan, penyakit jantung, maupun gangguan ginjal, dapat menghambat penyerapan nutrisi. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih fokus melawan penyakit sehingga proses pertumbuhan tidak berjalan maksimal.
3. Gangguan Hormonal
Hormon pertumbuhan (growth hormone) yang diproduksi kelenjar pituitari berperan penting dalam perkembangan tinggi badan. Gangguan produksi hormon pertumbuhan maupun hormon tiroid dapat menyebabkan laju pertumbuhan melambat dibandingkan anak seusianya.
4. Kurangnya Waktu Tidur
Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah optimal. Anak dan remaja yang sering begadang atau memiliki kualitas tidur yang buruk berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
5. Minim Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi pertumbuhan. Olahraga secara rutin, seperti berenang, basket, atau latihan peregangan, membantu memperkuat tulang dan otot sekaligus mendukung pertumbuhan tubuh secara optimal.
Meski faktor genetik tetap memiliki pengaruh besar terhadap tinggi badan, penerapan pola hidup sehat sejak dini dapat membantu seseorang mencapai potensi pertumbuhan yang maksimal. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah