RADAR SURABAYA – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai kunjungan rombongan seniman tari dari Sanggar Seni Lasinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ke Sanggar Mulyo Joyo Enterprise (MJE) di kawasan Rungkut, Surabaya.
Kunjungan yang dipimpin Zainal atau yang akrab disapa Enal itu disambut pimpinan Sanggar MJE, Sri Mulyani. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman antarseniman tari dari dua daerah yang memiliki kekayaan budaya berbeda.
Baca Juga: Dari Heerenstraat hingga Rajawali, Jejak Jalan Tertua yang Menyimpan Denyut Sejarah Surabaya
Dalam suasana penuh kehangatan, para penari dari Sanggar Seni Lasinrang dan para penari binaan Sanggar MJE tidak hanya saling berdiskusi mengenai perkembangan seni tari daerah, tetapi juga mengikuti sesi latihan bersama.
Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi para penari muda Surabaya yang berkesempatan mempelajari gerakan tari khas Pinrang yang dikenal dinamis, energik, dan sarat makna budaya.
Zainal mengatakan, Sanggar Seni Lasinrang terus berupaya memperkenalkan kekayaan budaya Pinrang melalui berbagai pertunjukan di berbagai daerah. Salah satu tarian yang menjadi andalan sanggarnya adalah Tari Padduppa serta tari yang mengisahkan asal mula Ujung Lero dan Kabupaten Pinrang.
Menurut dia, tarian tersebut tidak hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan sejarah dan identitas masyarakat Pinrang, termasuk Ujung Lero yang dikenal sebagai salah satu sentra tenun terbaik di Kabupaten Pinrang.
Baca Juga: Menhub Targetkan Perbaikan Penyeberangan Ketapang Tuntas Tahun Ini
Sementara itu, Sri Mulyani menyambut baik kunjungan para seniman dari Sulawesi Selatan tersebut. Ia menilai pertemuan semacam ini menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi para penari muda untuk mengenal keragaman budaya Nusantara secara langsung.
"Kedatangan sesama seniman tari dari Sulawesi Selatan menjadi kebahagiaan bagi kami. Anak-anak didik kami bisa belajar langsung membawakan tarian khas Pinrang yang memiliki karakter gerak yang dinamis dan berbeda dengan tari-tarian Jawa Timur," ujar Sri.
Menurut dia, Sanggar Mulyo Joyo Enterprise selama ini memang aktif membangun jejaring dengan berbagai sanggar tari dari luar Surabaya, bahkan dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kerja sama dan kolaborasi dengan sanggar-sanggar dari luar Surabaya, bahkan luar pulau, sangat perlu. Melalui kolaborasi seperti ini, wawasan para seniman tari di Surabaya semakin kaya karena mereka bisa saling bertukar pengalaman, teknik, hingga memahami filosofi setiap tarian daerah," kata Sri Mulyani.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan seni budaya yang luar biasa dan harus terus diperkenalkan kepada generasi muda.
"Indonesia punya seni budaya yang sangat kaya. Setiap daerah memiliki tarian khas dengan keunikan dan nilai filosofinya masing-masing. Semuanya sangat menarik untuk dipelajari sehingga generasi muda semakin mencintai budaya bangsa sendiri," tuturnya. (sam)
Editor : Lambertus Hurek