Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jangan Biasakan Mengeluh Berlebihan, Ini Dampaknya bagi Pola Pikir dan Kesehatan Mental

M Firman Syah • Kamis, 16 Juli 2026 | 10:03 WIB
Berbagi cerita kepada orang terdekat dapat menjadi cara menyalurkan emosi. Namun, kebiasaan mengeluh secara berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kesehatan mental. 
 Foto: Ist.
Berbagi cerita kepada orang terdekat dapat menjadi cara menyalurkan emosi. Namun, kebiasaan mengeluh secara berlebihan sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kesehatan mental. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Kebiasaan mengeluh secara berlebihan dapat memengaruhi cara otak memproses berbagai pengalaman. Jika dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi upaya mencari solusi, seseorang berisiko lebih mudah berfokus pada hal-hal negatif dibandingkan sisi positif dalam kehidupan sehari-hari.

Mengeluh sesekali merupakan respons yang wajar untuk melepaskan rasa kecewa, lelah, atau frustrasi. Berbagi cerita kepada orang yang dipercaya juga dapat membantu meringankan beban pikiran sekaligus memberikan dukungan emosional saat menghadapi masalah.

Namun, ketika mengeluh menjadi kebiasaan yang terus diulang, otak akan semakin terbiasa memusatkan perhatian pada pengalaman yang tidak menyenangkan. Akibatnya, seseorang lebih mudah mengingat hal-hal negatif dan kesulitan menikmati pengalaman positif yang sebenarnya dialami.

Hal tersebut terjadi karena otak mampu membentuk pola berdasarkan kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Semakin sering seseorang memusatkan perhatian pada keluhan, semakin kuat pula pola pikir negatif yang terbentuk hingga akhirnya menjadi respons yang muncul secara otomatis.

Dampaknya tidak hanya memengaruhi cara berpikir, tetapi juga kesehatan mental. Kebiasaan mengeluh tanpa kendali dapat meningkatkan tingkat stres, menurunkan suasana hati, serta memunculkan perasaan seolah berbagai persoalan terus berdatangan.

Selain itu, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain. Teman, pasangan, maupun anggota keluarga berpotensi merasa lelah apabila setiap percakapan selalu dipenuhi keluhan tanpa diiringi upaya mencari jalan keluar.

Karena itu, mengeluh sebaiknya dilakukan dalam batas yang wajar. Menyampaikan perasaan kepada orang yang dipercaya, memberi ruang bagi diri untuk mengelola emosi, serta mulai berfokus pada solusi dapat membantu menjaga kesehatan mental sekaligus membangun pola pikir yang lebih positif. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
pola pikir kesehatan mental psikologi Mengeluh stres