Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pelatihan Guru Bahasa Mandarin di Taiwan Dibayangi Amukan Badai Bavi

Lambertus Hurek • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:31 WIB
Peserta pelatihan guru bahasa Mandarin di Taiwan. (IST)
Peserta pelatihan guru bahasa Mandarin di Taiwan. (IST)

 

RADAR SURABAYA -  Pelatihan guru bahasa Mandarin dilaksanakan di Distrik Wufeng Kota Taichung tepatnya di Chaoyang University of Technology Taiwan. Diikuti 25 peserta dari Indonesia, Vietnam dan Philipina.

Pelatihan ini adalah untuk pengajar bahasa Mandarin yang mengajar mahasiswa yang mempersiapkan studi ke Taiwan dengan program Beasiswa Full dari Ministry of Education Taiwan. Program beasiswanya adalah INTENSE Program.

Beasiswa khususnya di Bidang STEM, Finance dan Semikonduktor. Jadwal pelatihan 5 - 12 Juli 2026. Peserta pelatihan juga dibekali penguasaan AI (Artificial Intelegence) untuk mempermudah pengajaran, pembuatan materi, teknik pengajaran reading, speaking, listening, dan writing.

Baca Juga: Banjir Rob Genangi Kenjeran Park Surabaya, Warga Tionghoa Tetap Sembahyang di Sanggar Agung

Selain itu juga pengajaran agar siswa yang belajar Mandarin minimal lulus test TOCFL A2 (semacam TOEFL untuk Mandarin versi Taiwan). Pelatihan dimulai dari pagi hingga sore hari, ditambah tugas-tugas baik individu dan kelompok yang harus dikerjakan untuk lebih memahami materi pelatihan.

 Semua peserta tetap semangat mengikuti pelatihan meskipun badai Topan Bavi diprediksi melanda menjadi ancaman selama berlangsungnya pelatihan.

 Dody salah satu peserta mengatakan bahwa pelatihan ini sangat seru dan bermanfaat baik dari sisi materi yang diajarkan karena sesuai dengan kebutuhan saat ini yaitu AI dan Tronclass (media aplikasi yang mirip dengan arsip digital untuk guru dan murid).

Selain hal-hal krusial tentang teknik pengajaran dan tips dan trik mengajar TOCFL bagi penutur asing. Sedangkan Andre So peserta yang lain juga merasakan betapa luar biasanya pelatihan ini dari sisi materi dan penguasan teknologi dan AI yang harus dikuasai pengajar demi lancarnya proses pengajaran Mandarin.

Baca Juga: Polda Jatim Kembalikan Motor BB Korban Begal dan Curanmor, Imbau Gunakan Layanan Call Center 110

 Di sela sela lelahnya pelatihan, peserta menyempatkan menikmati kuliner khas Taiwan yang lezat dan beraneka ragam di sekitar tempat mereka menginap. Banyak jadwal di luar pelatihan yang terpaksa dibatalkan akibat Badai Bavi.

Andre So dan kawan-kawan sempat mengunjungi Aquarium Taichung, tempat wisata pendidikan dan konservasi biota laut. Kepulangan peserta dari Indonesia banyak yang tertunda akibat amukan Badai Bavi. Penduduk lokal mengatakan Taifeng dalam bahasa Mandarin.

"Sampai sekarang sisa-sisa kuatnya Taifeng masih terasa. Harapan kita, makin banyak mahasiswa yang dapat meraih beasiswa INTENSE Program dan berkarir di Taiwan," kata Andre So.  (*)

Editor : Lambertus Hurek
guru bahasa Mandarin intense program badai bavi beasiswa taiwan Artificial Intelegence AI