Radar Surabaya – Menunda pekerjaan sering kali dianggap sebagai tanda kemalasan. Padahal, kebiasaan tersebut atau yang dikenal sebagai prokrastinasi merupakan perilaku psikologis yang lebih kompleks daripada sekadar enggan bekerja.
Prokrastinasi adalah kecenderungan menunda penyelesaian tugas hingga mendekati, bahkan melewati, tenggat waktu yang telah ditentukan. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kesulitan dalam mengelola waktu, mengatur diri, maupun menghadapi tekanan saat menyelesaikan pekerjaan.
Meski dapat memicu stres, kecemasan, dan menurunkan produktivitas, para ahli menjelaskan bahwa prokrastinasi bukanlah gangguan mental. Kebiasaan ini lebih merupakan pola perilaku yang dipengaruhi berbagai faktor psikologis.
Beberapa penyebab utama seseorang melakukan prokrastinasi antara lain:
1. Perfeksionisme
Keinginan menghasilkan pekerjaan yang sempurna justru membuat seseorang enggan memulai. Rasa takut hasilnya tidak sesuai harapan akhirnya mendorong penundaan.
2. Takut Gagal
Kekhawatiran tidak mampu menyelesaikan tugas atau menghadapi tantangan membuat sebagian orang memilih menghindari pekerjaan sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri.
3. Terlalu Banyak Perencanaan
Menyusun rencana secara berlebihan tanpa segera mengambil tindakan dapat menimbulkan kebingungan dan frustrasi, sehingga pekerjaan terus tertunda.
4. Mencari Sensasi Tekanan Waktu
Sebagian orang merasa lebih termotivasi ketika bekerja menjelang tenggat waktu. Tanpa disadari, mereka terbiasa menunda pekerjaan demi mendapatkan dorongan adrenalin saat menghadapi deadline.
5. Merasa Kewalahan
Beban pekerjaan yang terlalu banyak tanpa kemampuan menentukan prioritas membuat seseorang bingung harus memulai dari mana. Akibatnya, seluruh pekerjaan justru ditunda.
Untuk mengatasi prokrastinasi, para pakar menyarankan beberapa langkah sederhana. Tugas yang besar sebaiknya dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diselesaikan. Menyusun daftar prioritas serta memberikan penghargaan (reward) kepada diri sendiri setelah menyelesaikan setiap tahap pekerjaan juga dapat membantu meningkatkan motivasi.
Apabila kebiasaan menunda pekerjaan telah berlangsung terus-menerus hingga mengganggu kesehatan mental, memicu kecemasan berlebihan, atau disertai gejala depresi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan profesional agar mendapatkan penanganan yang tepat. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah