Radar Surabaya – Perkembangan teknologi mengubah cara generasi Z mengakses bahan bacaan. Jika sebelumnya buku cetak menjadi pilihan utama, kini e-book semakin diminati karena menawarkan kemudahan membaca melalui ponsel, tablet, maupun laptop kapan saja dan di mana saja.
Di kalangan pelajar dan mahasiswa, buku digital mulai menjadi sumber referensi utama untuk menunjang kegiatan belajar. Beragam literatur akademik hingga bacaan ringan kini tersedia dalam format digital sehingga lebih mudah diakses tanpa harus membawa buku fisik.
Kepraktisan menjadi salah satu alasan utama meningkatnya penggunaan e-book. Pengguna dapat membuka bahan bacaan saat berada di kampus, di rumah, maupun ketika bepergian. Waktu luang pun dapat dimanfaatkan untuk membaca tanpa dibatasi keberadaan buku cetak.
Tak hanya untuk kebutuhan akademik, berbagai platform digital juga menyediakan koleksi buku dengan tema yang beragam, mulai pendidikan, sastra, novel, hingga pengembangan diri. Kondisi tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
Meski demikian, kehadiran e-book belum sepenuhnya menggeser buku cetak. Sebagian pembaca tetap memilih buku fisik karena dinilai lebih nyaman digunakan untuk membaca dalam waktu lama dan memudahkan memahami isi bacaan.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan generasi muda. Digitalisasi menghadirkan cara baru dalam memperoleh pengetahuan tanpa menghilangkan kebiasaan membaca yang telah lama berkembang.
Dengan akses yang semakin mudah dan koleksi yang terus bertambah, e-book diperkirakan akan terus menjadi salah satu media baca favorit Gen Z untuk mendukung proses belajar sekaligus memperluas wawasan. (rin/fir)