Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Limbah Kardus hingga Kerang Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi, Kolaborasi ITS dan Curtin University Dukung Zero Waste

Rahmat Sudrajat • Senin, 6 Juli 2026 | 03:08 WIB
Mahasiswa ITS memamerkan produk hasil olahan limbah kardus, kerang, kaca, dan sisa konveksi menjadi karya bernilai ekonomi dalam pameran bertema zero waste di Surabaya
Mahasiswa ITS memamerkan produk hasil olahan limbah kardus, kerang, kaca, dan sisa konveksi menjadi karya bernilai ekonomi dalam pameran bertema zero waste di Surabaya

RADAR SURABAYA – Limbah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi ternyata dapat disulap menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi.

 Hal itu dibuktikan melalui kolaborasi Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Curtin University yang menggelar pameran desain berbasis upcycling di KOGU Space, Surabaya.

Pameran tersebut menampilkan beragam inovasi hasil karya mahasiswa yang memanfaatkan limbah kardus, kerang, kaca, sisa bahan konveksi, hingga manik-manik kaca menjadi produk fungsional.

Selain memiliki nilai estetika, seluruh karya mengusung konsep zero waste sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan.

Program kolaborasi internasional ini menghadirkan akademisi Curtin University, Dr. Qassim Saad, yang mengajar sekaligus melakukan penelitian bersama di ITS selama enam bulan.

 Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan global mahasiswa serta memberikan pengalaman belajar sesuai standar internasional.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Senin 6 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Siang Capai 32 Derajat Celsius

Qassim menjelaskan, proyek tersebut menggabungkan keterampilan kerajinan tradisional dengan teknologi digital dalam proses perancangan produk.

 Menurutnya, teknologi berfungsi sebagai alat untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia, bukan menggantikan kreativitas manusia.

"Integrasi antara teknologi dan sumber daya yang ada menghasilkan berbagai karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujarnya, Minggu (5/7).

Sementara itu, Dekan FDKBD ITS, Ellya Zulaikha, S.T., M.Sn., Ph.D., mengatakan pameran ini merupakan hasil pembelajaran selama enam bulan yang melibatkan

mahasiswa lintas disiplin, mulai dari Desain Produk Industri, Desain Komunikasi Visual, hingga Manajemen Bisnis.

Menurut Ellya, kolaborasi tersebut bertujuan mengembangkan industri kerajinan berbasis upcycling melalui perpaduan desain digital dan strategi bisnis yang tepat sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah.

 "Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi industri kerajinan berbasis upcycling melalui pendekatan desain digital dan strategi bisnis yang tepat," katanya.

Sebanyak 20 mahasiswa mengikuti proyek tersebut. Mereka melakukan observasi ke sejumlah daerah untuk mengidentifikasi potensi limbah yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Dalam proses pengembangan desain, mahasiswa juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna mengeksplorasi berbagai alternatif bentuk produk.

Ellya menegaskan, AI hanya digunakan sebagai alat pendukung dalam proses kreatif.

 "Kami memanfaatkan kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan peran desainer, tetapi untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang tersedia," jelasnya.

Baca Juga: Persinga Ngawi Resmi Promosi ke Liga 3, Siap Tantang Pasuruan United di Semifinal Liga 4 Nasional

Berbagai produk inovatif yang dipamerkan antara lain rangka lampu dari limbah kardus bersama Dus Duk Duk, hiasan lampu berbahan limbah kerang kapis asal Situbondo, tas dan sandal dari sisa bahan konveksi hasil kolaborasi dengan Upject Mojokerto, serta permainan tradisional

seperti yoyo dan dakon yang dibuat dari limbah manik-manik kaca bersama Beads Flower Jombang.

Ellya menambahkan, pameran tersebut menjadi bentuk nyata dukungan ITS terhadap target Indonesia Zero Waste sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah, ekonomi sirkular, dan pembangunan berkelanjutan.

 "Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarnegara mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan hidup," pungkasnya. (rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital #Curtain University #KOGU Space #its