Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Lukisan MBG di Balai Pemuda Surabaya, Refleksi lewat Kebebasan Berkarya

Andy Satria • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:38 WIB
Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Pengunjung menikmati lukisan yang dipamerkan di Balai Pemuda Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Istilah MBG yang belakangan ramai diperbincangkan publik mendapat tafsir berbeda dari kalangan seniman. Komunitas perupa Aksi Seniman Surabaya (ASSU) menggelar pameran bertajuk MBG di Galeri Merah Putih, Balai Pemuda Surabaya. Pameran yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 ini sebagai media refleksi terhadap berbagai persoalan sosial.

Ketua ASSU Muit Arsa menjelaskan, MBG dalam pameran ini bukan merujuk pada Makan Bergizi Gratis, melainkan singkatan dari Melukis Bebas Guys.

Judul tersebut dipilih sebagai permainan kata yang mengandung sindiran terhadap berbagai persoalan sosial yang muncul akibat penyalahgunaan amanah oleh oknum yang diberi kepercayaan mengelola kepentingan publik.

Baca Juga: Telkomsel Resmikan GraPARI Margorejo di Surabaya, Hadirkan Layanan Pelanggan yang Lebih Modern dan Nyaman

"Melalui pameran ini kami ingin menunjukkan bahwa seni tetap menjadi ruang yang bebas untuk menyampaikan gagasan, kritik, harapan, dan refleksi. Seni tidak hadir untuk menghakimi, tetapi mengajak masyarakat berpikir lebih kritis dan bijaksana," ujar Muit Arsa, Rabu (1/7).

Menurut dia, pameran ini juga menjadi gerakan untuk membangkitkan semangat para perupa agar terus produktif berkarya dan aktif mengikuti pameran. Dengan demikian, eksistensi seni rupa di Surabaya dapat terus berkembang sekaligus memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Puluhan perupa dari Surabaya dan sekitarnya ambil bagian dalam pameran tersebut. Beragam karya ditampilkan dengan berbagai aliran, mulai dari realisme, ekspresionisme, surealisme, abstrak, hingga gaya kontemporer. Keberagaman itu menjadi cerminan bahwa kebebasan berekspresi merupakan kekuatan utama dalam dunia seni rupa.

Setiap karya menyuguhkan sudut pandang yang berbeda. Ada yang menyampaikan kritik sosial, menggambarkan harapan, hingga mengajak pengunjung merenungkan pentingnya menjaga nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Pesan Kapolda Jatim di Hari Bhayangkara ke-80, Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat

 Muit berharap masyarakat tidak hanya menikmati karya seni dari sisi estetika, tetapi juga menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan para seniman. Menurutnya, seni dapat menjadi ruang dialog yang mampu membangun kesadaran bersama tanpa harus menggurui.

"Melukis itu bebas. Berkarya itu merdeka. Seni akan selalu menjadi suara ketika kata-kata tak lagi cukup didengar," pungkasnya. (sam)

Editor : Lambertus Hurek
#pameran MBG #Muit Arsa #pameran lukisan #Galeri Merah Putih #balai pemuda