RADAR SURABAYA – Kursi pijat otomatis di pusat perbelanjaan, bioskop, hingga stasiun kini semakin diminati kalangan Generasi Z (Gen Z). Fasilitas yang sebelumnya identik dengan pengguna usia lanjut itu kini menjadi pilihan anak muda untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Fenomena tersebut sejalan dengan gaya hidup modern yang membuat banyak Gen Z menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gawai maupun komputer. Aktivitas belajar, bekerja, hingga tingginya mobilitas membuat sebagian dari mereka kerap mengalami pegal, nyeri punggung, dan kelelahan fisik meski masih berada di usia produktif.
Kepraktisan menjadi salah satu alasan utama kursi pijat semakin diminati. Dibandingkan layanan pijat konvensional yang membutuhkan waktu dan janji temu, kursi pijat otomatis dapat digunakan kapan saja hanya dengan tarif belasan ribu rupiah untuk sesi pijat selama sekitar 10 hingga 15 menit.
Selain praktis dan terjangkau, kursi pijat juga menjadi pilihan bagi sebagian Gen Z yang ingin menikmati waktu sendiri di tengah padatnya aktivitas. Tanpa harus berinteraksi dengan terapis, mereka dapat beristirahat sejenak sambil meredakan ketegangan otot di ruang publik.
Bagi sebagian pengguna, memanfaatkan kursi pijat tidak hanya bertujuan mengurangi kelelahan fisik, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk membantu memulihkan kondisi mental setelah menjalani rutinitas yang padat. Sejumlah kursi pijat modern bahkan telah dilengkapi berbagai fitur relaksasi yang memberikan pengalaman pijat lebih nyaman.
Tingginya minat masyarakat mendorong penyedia layanan memperluas keberadaan kursi pijat ke berbagai lokasi strategis, seperti bandara, rumah sakit, kampus, hingga pusat perbelanjaan. Kehadirannya menjadi alternatif relaksasi yang mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Kini, kursi pijat tidak lagi identik sebagai fasilitas bagi lansia. Perangkat tersebut telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban, termasuk Gen Z, yang memanfaatkannya untuk memulihkan energi di tengah kesibukan sehari-hari. (nor/fir)