RADAR SURABAYA - Perkembangan teknologi lighting dan LED terus mengubah wajah industri hiburan di Indonesia. Berbagai konser musik, pameran, festival, hingga perayaan berskala besar kini semakin mengandalkan perpaduan pencahayaan dan layar LED untuk menghadirkan pengalaman visual yang lebih menarik bagi penonton.
CEO Mitra Visual Group, Yafet Victor, mengatakan tren penggunaan lighting dan LED terus berkembang dari tahun ke tahun. Perubahan tidak hanya terjadi pada perangkat yang digunakan, tetapi juga pada sistem yang semakin terintegrasi dalam satu konsep pertunjukan.
Baca Juga: Kecanduan Narkoba, Doyan KDRT, Keluarga Hancur di Surabaya
"Setiap tahun selalu ada perkembangan. Komponennya sebenarnya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tetapi sekarang seluruh elemen dalam sebuah event hiburan sudah terintegrasi dalam satu visi. Sistemnya lebih otomatis sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja," ujar saat ditemui di Surabaya Music Expo (SMEX) 2026, Senin (29/6).
Yafet menjelaskan, kolaborasi antara lighting dan LED kini menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan berbagai acara. Kedua teknologi tersebut saling melengkapi untuk menciptakan efek visual yang lebih dinamis.
Dari sisi pengadaan perangkat, tidak sepenuhnya bergantung pada produk impor. Sebagian komponen telah tersedia di Surabaya, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi melalui kerja sama dengan produsen dari Tiongkok.
"Komponen tidak semuanya impor. Di Surabaya juga sudah ada beberapa yang bisa dipenuhi. Selebihnya kami berkolaborasi dengan Tiongkok agar kebutuhan teknologi tetap bisa mengikuti perkembangan industri," katanya.
Meski demikian, pelaku industri tetap menghadapi tantangan, terutama akibat fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada harga komponen.
Baca Juga: OPD Inovatif Jadi Fokus Penilaian Radar Surabaya Award 2026
Menurut Yafet, kondisi tersebut tidak membuat perusahaannya langsung menaikkan harga layanan kepada pelanggan. Sebaliknya, perusahaan memilih melakukan efisiensi di beberapa aspek operasional agar biaya tetap kompetitif.
"Tantangan terbesar memang nilai tukar dolar yang tidak menentu. Namun, kami tidak menaikkan harga. Kami lebih memilih melakukan penyesuaian dan efisiensi di bagian lain," jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan industri event pada tahun ini menunjukkan tren yang positif. Hal itu terlihat dari capaian kegiatan pameran musik yang dinilai telah melampaui target dibandingkan tahun sebelumnya.
Yafet optimistis kebutuhan teknologi visual akan terus meningkat seiring semakin banyaknya penyelenggaraan konser musik, pameran, dan berbagai event hiburan. (sam)
Editor : Lambertus Hurek