Radar Surabaya – Munculnya uban di usia 20-an hingga awal 30-an kerap membuat seseorang merasa khawatir dan kurang percaya diri. Kondisi yang dikenal sebagai uban prematur ini ternyata tidak hanya berkaitan dengan faktor usia, tetapi juga dapat dipengaruhi kondisi kesehatan, gaya hidup, hingga faktor keturunan.
Uban prematur terjadi ketika folikel rambut berhenti memproduksi melanin, yakni pigmen yang memberi warna alami pada rambut. Pada masyarakat Asia, kemunculan uban sebelum usia 25 tahun umumnya sudah dikategorikan sebagai uban prematur.
Pakar kesehatan menyebut rambut dapat menjadi salah satu indikator kondisi tubuh. Karena itu, munculnya uban di usia muda sering kali berkaitan dengan berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga: Tak Lagi Tunggu Rambut Memutih, Gen Z dan Milenial KIni Ramai-Ramai Menabung Haji
Beberapa penyebab uban prematur antara lain:
1. Faktor Genetik
Faktor keturunan menjadi penyebab paling dominan. Jika orang tua atau kakek-nenek mengalami uban prematur, kemungkinan kondisi serupa juga dapat terjadi pada generasi berikutnya. Dalam kasus ini, uban bukan merupakan tanda penyakit, melainkan variasi biologis.
2. Kekurangan Nutrisi
Kurangnya asupan vitamin B12, zat besi, tembaga, dan seng dapat memengaruhi pembentukan pigmen rambut. Vitamin B12 berperan penting dalam metabolisme sel dan produksi sel darah merah, sedangkan tembaga dibutuhkan dalam proses pembentukan melanin.
Baca Juga: Sejarah Model Rambut Bob: Dari Simbol Emansipasi hingga Tren Abadi
3. Stres Oksidatif dan Psikologis
Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh. Selain itu, tekanan psikologis juga dapat memengaruhi sel punca melanosit pada folikel rambut sehingga produksi pigmen berkurang.
4. Kondisi Medis Tertentu
Gangguan kelenjar tiroid maupun penyakit autoimun seperti alopesia areata dan vitiligo juga dapat menyebabkan produksi pigmen rambut terganggu sehingga uban muncul lebih cepat.
Meski uban akibat faktor genetik umumnya bersifat permanen, kemunculan uban yang dipicu faktor eksternal masih dapat diminimalkan. Caranya dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, dan telur, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
Baca Juga: Tradisi Potong Rambut Jelang Imlek, Salon di Surabaya Kebanjiran Pelanggan
Selain itu, mengelola stres melalui olahraga, meditasi, atau melakukan hobi juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan folikel rambut. Penggunaan produk kimia yang terlalu keras pada rambut juga sebaiknya dibatasi.
Apabila uban muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak atau disertai gejala lain seperti kelelahan berkepanjangan maupun perubahan kondisi kulit, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan metabolisme maupun hormonal yang menjadi penyebabnya.
Saat ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan digital untuk memperoleh informasi awal maupun berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan rambut. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah