Radar Surabaya – Rajin mengonsumsi wortel memang baik untuk kesehatan. Namun, konsumsi berlebihan makanan yang kaya beta-karoten ternyata dapat menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kekuningan atau jingga. Kondisi ini dikenal sebagai karotenemia.
Karotenemia terjadi akibat penumpukan pigmen beta-karoten dalam darah yang kemudian tersimpan di lapisan kulit. Beta-karoten merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada wortel, labu, ubi jalar, tomat, mangga, dan sejumlah sayuran maupun buah berwarna oranye lainnya.
Meski terlihat cukup mencolok, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bersifat sementara. Perubahan warna kulit biasanya tampak pada bagian tubuh yang memiliki lapisan kulit lebih tebal, seperti telapak tangan, telapak kaki, siku, hidung, dan dahi.
Karotenemia kerap disalahartikan sebagai penyakit kuning atau jaundice. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Pada karotenemia, bagian putih mata atau sklera tetap berwarna normal. Sebaliknya, pada penyakit kuning, warna kekuningan juga terlihat pada bagian putih mata.
Selain itu, karotenemia biasanya tidak disertai keluhan lain seperti nyeri, gatal, atau kelelahan berlebihan. Kondisi ini terjadi karena tubuh memiliki kemampuan terbatas dalam mengolah beta-karoten. Ketika asupannya terlalu banyak, pigmen tersebut akan menumpuk dalam aliran darah dan tersimpan di jaringan kulit.
Risiko karotenemia dapat meningkat pada bayi maupun individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti hipotiroidisme, gangguan ginjal, atau gangguan fungsi hati. Meski demikian, penyebab tersering tetap berasal dari konsumsi makanan atau suplemen tinggi beta-karoten secara berlebihan.
Penanganannya relatif sederhana, yakni dengan mengurangi konsumsi makanan dan suplemen yang mengandung beta-karoten dalam jumlah tinggi. Setelah pola makan disesuaikan, warna kulit umumnya akan kembali normal secara bertahap dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Meski tidak berbahaya, masyarakat tetap perlu waspada jika perubahan warna kulit disertai gejala lain seperti mata menguning, nyeri perut, atau urine berwarna gelap. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan gangguan kesehatan yang lebih serius sehingga memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. (nor/fir)