Radar Surabaya – Padatnya aktivitas sehari-hari membuat banyak Generasi Z mulai mencari ruang untuk beristirahat sejenak dari berbagai tuntutan yang datang silih berganti. Di tengah kesibukan kuliah, pekerjaan, organisasi, hingga paparan media sosial, me time kini menjadi salah satu cara yang banyak dipilih anak muda untuk menjaga keseimbangan hidup.
Fenomena tersebut terlihat dari semakin banyaknya Gen Z yang sengaja meluangkan waktu untuk diri sendiri di sela aktivitas. Bentuknya beragam, mulai dari duduk santai di kafe, membaca buku, berolahraga, hingga berjalan-jalan menikmati suasana kota tanpa tujuan tertentu.
Bagi sebagian anak muda, waktu sendiri menjadi momen untuk melepaskan penat setelah menjalani rutinitas yang padat. Kesibukan yang berlangsung hampir setiap hari membuat mereka membutuhkan jeda agar bisa kembali menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih segar.
Tak hanya melakukan kegiatan yang disukai, sebagian Gen Z juga mulai membatasi penggunaan gawai saat menikmati waktu luang. Mematikan notifikasi atau mengurangi akses media sosial dilakukan untuk menghindari banjir informasi yang terus berdatangan dan kerap memicu kelelahan mental.
Taman kota, ruang terbuka hijau, hingga sudut-sudut tenang di kafe menjadi tempat favorit untuk menikmati me time. Suasana yang lebih santai dan jauh dari hiruk-pikuk aktivitas dinilai mampu membantu mengurangi stres sekaligus memberikan kesempatan untuk menenangkan pikiran.
Perubahan cara pandang terhadap me time juga mulai terlihat. Jika dulu waktu sendiri sering dianggap sebagai bentuk kemalasan atau kurang produktif, kini banyak anak muda memandangnya sebagai bagian penting dari upaya menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan diri.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, kebiasaan meluangkan waktu untuk diri sendiri menjadi cara sederhana yang dilakukan Gen Z untuk mengisi ulang energi. Dengan memberi ruang untuk beristirahat, mereka berupaya tetap nyaman dan mampu menjalani berbagai aktivitas sehari-hari secara lebih seimbang. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah