Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Overthinking Kerap Bikin Lelah Mental, Gen Z Jadi Kelompok yang Rentan Mengalaminya

M Firman Syah • Selasa, 23 Juni 2026 | 06:27 WIB

Ilustrasi seorang anak muda yang sedang termenung. Fenomena overthinking semakin banyak dialami generasi muda akibat berbagai tuntutan dan paparan informasi yang datang tanpa henti. Foto: Ist.

Ilustrasi seorang anak muda yang sedang termenung. Fenomena overthinking semakin banyak dialami generasi muda akibat berbagai tuntutan dan paparan informasi yang datang tanpa henti. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Tubuh mungkin sudah beristirahat, tetapi pikiran belum tentu ikut tenang. Kondisi ini menjadi pengalaman yang cukup sering dirasakan banyak orang, terutama generasi muda yang sehari-hari dihadapkan pada berbagai tuntutan akademik, pekerjaan, hingga kekhawatiran mengenai masa depan.

Tanpa disadari, banyak orang menghabiskan waktu untuk memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Ada yang terus mengulang percakapan di masa lalu, menyesali keputusan yang sudah diambil, atau membayangkan berbagai skenario terburuk dari suatu keadaan. Kebiasaan tersebut dikenal sebagai overthinking.

Baca Juga: Overthinking Hantui Remaja, Picu Gangguan Mental hingga Sulit Tidur

Menurut American Psychological Association (APA), overthinking berkaitan dengan rumination, yakni pola pikir yang berulang dan sulit dihentikan. Berbeda dengan proses mencari solusi, seseorang yang mengalami kondisi ini justru cenderung terjebak dalam lingkaran pikiran yang sama tanpa menemukan jalan keluar yang jelas.

Fenomena tersebut cukup banyak terjadi di Indonesia. Berdasarkan penelitian Health Collaborative Center (HCC), sekitar 50 persen masyarakat Indonesia pernah mengalami overthinking. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan berpikir berlebihan menjadi masalah yang cukup umum di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

Baca Juga: Pikiran Terlalu Ramai, Fenomena Overthinking di Kalangan Gen Z

Di kalangan Generasi Z, overthinking dapat dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari tekanan akademik, persaingan di dunia kerja, hingga paparan media sosial yang berlangsung hampir tanpa henti. Beragam informasi yang diterima setiap hari sering kali membuat seseorang merasa harus selalu mengikuti perkembangan dan memenuhi ekspektasi lingkungan.

Jika berlangsung terus-menerus, overthinking tidak hanya membuat pikiran terasa penuh, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Rasa cemas berlebihan, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, hingga menurunnya produktivitas menjadi beberapa kondisi yang kerap dialami oleh mereka yang terlalu lama terjebak dalam kekhawatiran.

Baca Juga: Fenomena Overthinking di Kalangan Remaja Meningkat, Ini 9 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Karena itu, para ahli menyarankan pentingnya memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat. Mengurangi penggunaan gawai, melakukan aktivitas yang disukai, berolahraga, hingga membatasi waktu untuk memikirkan suatu masalah dapat menjadi langkah sederhana untuk mengelola overthinking.

Pada akhirnya, memikirkan sesuatu secara matang memang diperlukan. Namun, ketika pikiran terus berputar tanpa henti dan mulai mengganggu kualitas hidup, hal tersebut perlu segera disadari dan dikelola agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#selfcare #kecemasan #Gen Z #psikologi #overthinking