Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Waspadai, Kebiasaan Minum Soda Berlebihan Bisa Picu Diabetes hingga Penyakit Jantung

M Firman Syah • Senin, 8 Juni 2026 | 15:22 WIB
Sering minum soda? Waspadai dampak jangka panjangnya! Foto: Ist.
Sering minum soda? Waspadai dampak jangka panjangnya! Foto: Ist.

RADAR SURABAYA - Minuman bersoda menjadi salah satu pilihan favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan sensasi segarnya. Apalagi saat cuaca panas atau sebagai pelengkap makanan cepat saji. Namun, di balik kenikmatan tersebut, konsumsi soda secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele.

Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dalam jangka panjang dapat memicu gangguan metabolisme, meningkatkan risiko penyakit jantung, hingga merusak kesehatan gigi dan pencernaan.

Salah satu dampak yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi soda adalah meningkatnya risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Berdasarkan data UCLA Health, minuman tinggi gula seperti soda dapat mengganggu kontrol gula darah dan memperbesar risiko terjadinya resistensi insulin.

Baca Juga: Tanaman Liar Kalimantan Tawas Ut Berpotensi Jadi Obat Diabetes, Peneliti Unej Sebut Lebih Efektif dari Obat Standar

Bahkan, konsumsi satu kaleng soda setiap hari disebut dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan. Kandungan gula yang tinggi juga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL) yang menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Tak hanya berdampak pada organ dalam, soda juga dapat merusak kesehatan gigi dan mulut. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelaskan bahwa kombinasi gula dan asam dalam minuman bersoda mampu mengikis lapisan enamel atau pelindung gigi.

Kondisi tersebut membuat gigi lebih rentan berlubang, sensitif, dan mudah mengalami kerusakan. Selain itu, kandungan gula dalam soda menjadi sumber makanan bagi bakteri di rongga mulut yang menghasilkan asam penyebab kerusakan gigi.

Baca Juga: Fokus Cegah Diabetes dan Hipertensi, Pemkot Surabaya Terapkan Kebijakan Pembatasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Dampak lainnya adalah gangguan pada sistem pencernaan. Kandungan karbonasi dalam soda dapat memicu rasa kembung, begah, hingga memperburuk gejala pada penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Tidak hanya itu, lonjakan gula darah yang terjadi berulang kali akibat konsumsi soda juga dapat meningkatkan kadar trigliserida, menurunkan kolesterol baik (HDL), serta mengganggu keseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Baca Juga: Sejarah dan Keajaiban Air Soda Tarutung, Permata Tersembunyi Sumatera Utara

Meski demikian, bukan berarti minuman bersoda harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi sesekali dalam jumlah terbatas masih dapat dilakukan. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari kebiasaan menjadikan soda sebagai minuman harian.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi air putih sebagai pilihan utama untuk menjaga hidrasi tubuh sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit kronis di masa mendatang. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
#penyakit jantung #kesehatan gigi #minuman bersoda #kesehatan #diabetes