RADAR SURABAYA – Tren Work from Cafe (WFC) atau bekerja dari kafe semakin populer di kalangan pekerja muda, freelancer, hingga pekerja kreatif. Kafe kini tidak lagi sekadar menjadi tempat bersantai atau berkumpul, tetapi juga berkembang menjadi ruang kerja alternatif yang menawarkan suasana lebih fleksibel dan nyaman.
Fenomena ini terlihat di berbagai kota besar, di mana banyak kafe dipenuhi pengunjung yang membawa laptop dan perangkat kerja lainnya. Mereka memanfaatkan fasilitas seperti akses internet, colokan listrik, serta suasana yang dinilai lebih mendukung produktivitas dibanding bekerja di rumah.
Bagi sebagian pekerja, suasana kafe yang ramai namun tetap kondusif justru membantu meningkatkan fokus. Lingkungan yang dinamis dianggap mampu memicu kreativitas, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang desain, pemasaran digital, hingga industri kreatif.
Baca Juga: Selain Gaji, Ini Faktor yang Dicari Gen Z Saat Memilih Pekerjaan
Setiawadi, seorang desainer grafis freelance, mengaku lebih produktif saat bekerja di kafe dibandingkan di rumah. Menurutnya, suasana yang berbeda membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan membantu menjaga konsentrasi. Ia menilai suasana kafe yang hidup namun tidak terlalu bising menjadi faktor yang mendukung proses brainstorming maupun penyelesaian pekerjaan yang membutuhkan fokus tinggi.
Tren WFC juga membawa dampak terhadap industri kuliner. Banyak pelaku usaha kafe mulai menyesuaikan konsep bisnisnya dengan menyediakan fasilitas penunjang kerja, seperti area kerja yang lebih nyaman, akses internet cepat, colokan listrik di setiap meja, hingga paket makanan dan minuman khusus bagi pelanggan yang bekerja dalam waktu lama.
Baca Juga: Tak Ingin Ketinggalan, Begini Fenomena FOMO yang Banyak Dialami Gen Z
Pengamat perilaku kerja digital, Dr. Anisa Paramita, menilai meningkatnya tren WFC mencerminkan perubahan budaya kerja yang semakin mengutamakan fleksibilitas. Menurutnya, generasi muda saat ini lebih fokus pada hasil kerja dibanding lokasi tempat bekerja.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar pola kerja yang fleksibel tidak berujung pada kelelahan maupun penurunan kesehatan mental.
Baca Juga: Minuman Rempah Kemasan Modern Diminati Gen Z, Dikemas ala PKL di Kedungdoro Surabaya
Perkembangan teknologi digital dan perubahan pola kerja pascapandemi turut mempercepat munculnya tren tersebut. Kafe kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang produktif baru yang mendukung gaya kerja modern di kalangan generasi muda. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah