Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pameran Cross Musea Pertiwi 2026 di Museum Dr Soetomo Surabaya, Belajar Sejarah lewat Pameran Museum Berbasis Teknologi

Dimas Mahendra • Selasa, 2 Juni 2026 | 16:57 WIB

Sejumlah siswa menyimak penjelasan di sela pameran Cross Musea Pertiwi 2026 di Surabaya. (IST)

Sejumlah siswa menyimak penjelasan di sela pameran Cross Musea Pertiwi 2026 di Surabaya. (IST)

 

 

RADAR SURABAYA -- Pemkot Surabaya terus mendorong transformasi museum agar lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan teknologi dan pengalaman interaktif. Salah satunya melalui pameran Cross Musea Pertiwi 2026 di Museum Dr Soetomo, Gedung Nasional Indonesia, Jalan Bubutan, Selasa (2/6).

Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tersebut menghadirkan konsep berbeda dibanding museum konvensional. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi sejarah, tetapi diajak merasakan pengalaman belajar yang lebih imersif melalui teknologi digital, immersive room, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Mantan DJ Rekrut Siswi SMP di Lampung, Dijadikan Terapis di Spa Ruko HR Muhammad Surabaya

Pengunjung bisa menelusuri perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali ke tanah melalui berbagai koleksi budaya, tradisi, dan artefak Nusantara yang dikemas secara visual dan interaktif.

Salah satu daya tarik utama pameran ini ialah hadirnya teknologi interaktif yang memungkinkan pengunjung berfoto bersama tokoh pergerakan nasional dr Soetomo secara digital. Selain itu, berbagai zona immersive room juga dirancang untuk membangun pengalaman yang lebih dekat dan emosional terhadap sejarah maupun budaya Indonesia.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Herry Purwadi mengatakan, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar museum tidak lagi dipandang sebagai ruang yang kaku dan membosankan, terutama bagi generasi muda.

"Kami ingin museum menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman. Maka, kami memadukan koleksi sejarah dengan teknologi digital agar pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif," kata Herry.

Cross Musea Pertiwi 2026 juga menjadi ruang kolaborasi lintas museum. Yakni Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Baca Juga: JAECOO Resmikan Dealer 3S Plus Body & Paint di Surabaya, Perkuat Layanan dan Ekspansi di Jawa Timur

Berbagai koleksi dari ketiga museum dipadukan untuk membangun narasi tentang perjalanan hidup manusia, tradisi, identitas budaya, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Nusantara dari masa ke masa.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya Saidatul Mamunah mengatakan, penyajian berbasis visual dan teknologi menjadi salah satu strategi untuk menghidupkan kembali fungsi museum sebagai ruang edukasi publik yang lebih inklusif.

Tak hanya menyasar wisatawan umum, Pemkot Surabaya juga menargetkan keterlibatan aktif pelajar selama pameran berlangsung hingga 14 Juni 2026. Setiap harinya, sekitar delapan sekolah dijadwalkan mengikuti tur edukatif dan aktivitas pembelajaran interaktif di area pameran.

Sementara itu, perwakilan Museum Sonobudoyo Yogyakarta Yashika Sidik Pradhana menilai kolaborasi lintas museum tersebut menunjukkan bahwa museum saat ini bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan ruang dialog budaya yang terus hidup dan berkembang.

"Sinergi lintas museum ini menunjukkan bahwa museum juga bisa menjadi ruang refleksi dan ruang dialog yang dinamis. Pengunjung tidak hanya melihat masa lalu, tetapi juga memahami hubungan manusia dengan budaya, sejarah, dan kemanusiaan," pungkasnya. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
#pameran museum #Museum dr Soetomo #Museum Sonobudoyo #cross musea #museum mpu tantular